Sepatu Impor Ancam Pelaku UMKM Gulung Tikar

by -11 views
WASWAS: Pelaku UMKM sepatu di Kecamatan Dramaga waswas usahanya bangkrut lantaran membeludaknya sepatu impor yang harganya lebih murah di pasaran.

METROPOLITAN – DRAMAGA Sejumlah pelaku usaha sepatu di Kecamatan Dramaga mengeluhkan membeludaknya produk sepatu impor. Sebab, saat ini produk sepatu luar negeri itu

menjadi pesaing berat. Apalagi, harga jual sepatu impor di tingkat retail lebih murah dibanding sepatu lokal. Hal ini dituding menjadi salah satu penyebabnya banyak pengusaha sepatu yang gulung tikar.

Salah satu pengusaha sepatu asal Kampung Sukabakti, RT 03/02, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Yadi Mulyadi, meminta pemerintah membatasi sepatu impor dan mempertahankan sepatu lokal. Pria yang akrab disapa Joy ini mengatakan, selama ini para pelaku UMKM sepatu masih mengunakan mesin manual dengan memberdayakan warga sekitar. Berbeda dengan pabrik yang mengunakan mesin.

“Kita sehari bisa membuat sepatu 20 pasang, kalau pakai mesin sehari bisa membuat ratusan sepatu,” bebernya.

Selama sepuluh tahun mengeluti usaha sepatu dewasa, banyak cobaan yang telah dilalui. Dari mulai persaingan produk, harga bahan sepatu yang terus melonjak naik, hingga sulitnya mencari konsumen. Terhitung, sejak awal membuat sepatu hingga kini sudah membuat ratusan model sepatu.

“Modal utama konsisten dan membuat produk dengan kualitas yang bagus. Sehingga bisa bersaing dengan sepatu impor,” katanya.

Ia menjelaskan, pembuatan sepatu itu bukan hanya bentuknya, tetapi harus nyaman dipakai. Untuk desain sepatu lahir dari ide kreatifnya sendiri. Terkadang melihat di internet.

“Sepatu yang diproduksinya jenisnya pantofel dewasa. Sementara hasil produksinya dikirim ke seluruh Indonesia, termasuk ke toko ternama. ”Tahun ini saya bakal membuat sepatu model Dokmar dan Derby,” tukasnya. (ads/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *