Sisir Sungai Sejauh 5 Kilometer, Pencarian Santri Hanyut Masih Nihil

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak 135 personel gabungan melakukan pencarian atas hanyutnya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falakiyah, Ridho Fachri Habibie, Senin (20/1). Namun, meski telah menyisir sungai sejauh 5 kilometer, tim belum juga menemukan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, pencarian yang dilakukan bersama tim gabungan sejak Senin pagi belum membuahkan hasil.

Padahal, tim sudah menggunakan sejumlah metode pencarian. Salah satunya dengan melakukan Eksplorer SAR sejauh 5 kilometer.

“Kita sudah melakukan pencarian menggunakan Metode Explorer SAR (ESAR) sejauh 5 kilometer dari lokasi kejadian, pencarian visual sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian, tapi belum juga membuahkan hasil,” kata pria yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) tersebut.

Menurutnya, pencarian kemungkinan akan dilanjut besok, Selasa (20/1) pagi. Sebab, hari sudah gelap dan kondisi tak memungkinkan.

“Kalau masih seperti ini, pencarian akan kita lanjutkan besok,” tegasnya.

Adapun 135 personel yang melakukan pencarian terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polmas Bogor Raya, SAR MTA, Tagana Kota Bogor, Damkar, BPBD Kota Bogor, Kepolisian, TNI dan elemen lainnya.

Sebelumnya, seorang santri Ponpes Al Falakiyah, Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hanyut terbawa arus sungai pada Minggu (19/1) sore.

Pengurus Ponpes Al Falakiyah, Yudin Taqyudin menjelaskan, sebelum hanyut, korban meminta izin untuk ke pangkas rambut sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban lantas keluar ponpes bersama seorang santri lainnya ke kawasan Empang.

Usai dari pangkas dan toko di Empang, kedunya ternyata tak langsung kembali ke pesantre. Mereka memilih jajan terlebih dulu kemudian mengarah ke sungai.

“Jadi selesai itu mereka tidak langsung pulang, tapi mampir dulu jajan. Pulangnya sengaja lewat sungai,” kata Yudin.

Rupanya, di sungai yang membelah Pagentongan dan Villa Ciomas Indah itu sudah ada lima santri dewasa yang mandi sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan mandi di sungai tersebut tentunya tidak diperkenankan oleh pihak pesantren.

Korban pun ikut mandi di sungai tersebut. Namun sekitar pukul 17.30 WIB, hujan deras mengguyur. Tak lama kemudian, korban justru terseret arus karena aliran sungai yang cukup deras.

Melihat kondisi tersebut, santri dewasa dan teman korban langsung menyusuri aliran sungai hingga lebih dari 2 kilometer.

Mengetahui pencariannya sia-sia, santri yang ikut mencari melaporkan kejadian tersebut ke salah satu warga yang juga wali santri sekitar pukul 18.30 WIB. Informasi tersebit diteruskan ke Babinsa, kepolisian, pihak kelurahan dan BPBD.

“Kami guru-guru Al Falakiyah juga melakukan penyusuran hingga ke Batuhulung, Cifor,” terangnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *