‘Tempur’ Dua Ronde, Pemandu Lagu Tewas di Ranjang

by -

METROPOLITAN – Niat hati ingin tampil ‘perkasa’ di atas ranjang bersama dambaan hatinya, Renta alias Berod menenggak pil kuat pria agar tahan lama saat memadu asmara. Namun siapa sangka, pil kuat yang ditenggaknya membawa petaka dengan melayangnya nyawa sang pujaan hati di tangannya sendiri.

Kejadian tersebut bermula pada Senin (30/12), tepat sebelum malam pergantian tahun. Saat itu, Berod bersama dua rekannya berinisial B dan A, warga Sumedang, tengah berwisata di kawasan Puncak, menggunakan kendaraan roda empat yang disewanya. Berod dan temannya berpikir untuk menjajal nikmatnya ‘wisata lendir’.

Cuaca manja kala itu, membuat ketiganya memutuskan untuk menyewa sebuah villa di Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, untuk melancarkan niat ketiganya berwisata lendir di kawasan Puncak Bogor. Satu villa berisikan tiga kamar, dengan harga Rp 450 ribu pun disewa ketiganya.

Berod yang belum lama ini pernah memadu kasih dengan salah satu wanita panggilan langganannya berinisial R, akhirnya memutuskan memanggilnya kembali. Sambil meminta kepada R untuk membawa tiga rekannya untuk menemani malam panjang bagi kedua rekan Berod. Tak lama berselang, dambatan hati Berod, yakni R membawa kedua temannya berinisial P dan D.

Dengan harga Rp500 ribu untuk satu orang, baik R, P dan D bersedia melayani nafsu bejat ketiganya dengan waktu pendek (short time,red) atau sekali main. Singkat cerita, percintaan antaran ketiganya pun dimulai. Ketiganya asyik bercinta di tiga kamar berbeda-beda.

Melayang terbang ke awan ketiganya terbuai. Tanpa sadar waktu menunjukan pukul 03:00 WIB. Yang menandakan, wisata lendir ala surga dunia Puncak Bogor mesti usai. Kedua rekan Berod, B dan A memutuskan pulang dan kembali ke Sumedang, lantaran pada malam tahun baru nanti, keduanya miliki agenda tersendiri.

Pun dengan rekan R, yakni P dan D. Setelah bermain dan menerima bayaran, keduanya memutuskan untuk pulang, lantaran tugas keduanya sebagai penghangat malam itu telah usai. Hal berdeda dialami Berod. Pria yang beprofesi sebagai tukang cilok tersebut, masih ingin menjajaki tubuh molek R, lantaran belum menemukan kepuasaan pada ronde pertamanya.

Pria berusia 39 tahun ini pun membujuk R agar menemaninya, hingga matahari terbit. Diimingi bayaran tambahan Rp500 ribu, R pun tergoda dan mengambulkan bujuk rayu duda tersebut. Namun siapa sangka, efek obat kuat yang ditenggaknya mulai bereaksi. Berod perkasa luar biasa, hingga membuat R menyerah untuk melayaninnya.

Merasa tak sanggup melayani betapa perkasanya Berod di ranjang, R pun mengeluh. Ia menyerah untuk melayani Berod. Dalam kondisi sedang berhasrat tinggi, ditambang dengan R yang menolak permintaannya untuk melanjutkan percintaan, duda asal Majalengka ini gelap mata dan mencekik R hingga dirnya tak sadarkan diri.

“Setelah teman-teman mereka dua pasang itu pergi, meninggalkan pelaku dan korban di Villa. Pelaku kembali melanjutkan hubungan intimnya dengan korban. Karna pelaku merasa tidak puas dengan hubungan intim itu, terjadi cekcok mulut dan mengakibatkan pelaku tersinggung. Sehingga pelaku melakukan penganiayaan dengan mencekik korban,” terang Kapolsek Megamendung, Bogor AKP Budi Santoso kepada Metropolitan.

Mengetahui korbannya tidak sadarkan diri, pelaku meninggalkan korban dengan menutupinya menggunakan selimut dan handuk. Pelaku bergegas pergi meninggalkan villa dengan menggunakan angkot. Penjaga Villa yang saat itu hendak membersihkan kamar mengaku terkejut, ketika mengetahui ada seorang wanita yang tidak sadarkan diri di dalam kamar.

Kemudian penjaga villa berinisiatif membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi. Namun sesampainya disana R telah meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidilan, yang dilakukan personil gabungan Reskrim Polres dan Polsek Megamendung yang dipimpin langsung Kapolsek Megamendung, terdengar kabar jika pelaku melarikan diri ke kota Bandung. Tim gabungan pun langsung mengejar pelaku.

Tepat pada Rabu (01/01) sekitar siang hari, tim gabungan berhasil menangkap pelaku saat dirinya tengah asyik mencukur rambut di salah satu pangkas rambut, di Kota Kembang.

Sementarea itu, Kapolres Bogor AKBP M Joni menambahkan, atas meninggalnya R (24) pelaku dikenakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia Pasal 351 Ayat 3 Jo Pasal 338 KUHP.

“Alhamdulilah pelaku kita amankan tak kurang dari tiga hari pengejaran tim gabungan. Saya sangat apresiasi betul kinerja dari tim gabungan yang dapat menangkap pelaku pembunuhan ini,” tutup Joni. (ogi/c/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *