Terbawa Arus, Pemuda Puncak Meregang Dikubangan Air

by -26 views

METROPOLITAN – Hujan  mengguyur wilayah kawasan puncak, pada Jumat (17/01) kemarin. Rupanya memabawa duka kepada warga Kampung Pasirkalong RT04/05, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung. Asep Maulana (35) tewas terjatuh ke tebingan saat membobok tembok yang menghalangi pembuangan air.

Peristiwa itu bermula, sekitar Pukul 18:30 WIB, saat korban bersama rekannya Usman, sedang pemberbaiki selokan yang tersumbat hingga menutup jalan warga yang ada di Kampung Pasir Kalong lantaran air meluap hingga satu meter.

“Air selokan itu menyumbat dan meluap kejalan warga, namun korban berupaya untuk membobok tembok tersebut. Karena tidak kuat nahan luapan air, sehingga korban hanyut,” kata warga sekitar, Azet Bustami, saat dihubungi Metropolitan.

Korban terseret arus air yang berasal dari selokan tak jauh dari rumahnya. Ia terjatuh ketebingan sekitar tujuh meter.

“Warga, anggota polsek dan anggota koramil saat ini sedang melakukan pencarian. Karena disekitar lokasi kejadian terdapat kubangan,”jelas Azet.

Sementara itu, Camat Megamendung, Endi Rismawan, mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama hingga membuat beberapa wilayah di Kecamatan Megamendung banjir serta terjadi luapan air yang berasal dari aliran sungai legok manalung di Kampung Pasir Kalong RT04/03.

“Saat melakukan pembobokan tembok agar luapan air tersebut bisa mengalir, namun tidak lama kemudian, Asep malah terbawa arus dan jatuh,” kata Endi.

Senada dengan Endi, Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menjelaskan, korban yang hanyut saat membobok tembok akibat luapan air di depan rumahnya.

“Petugas gabungan baik dari pihak kepolisian, TNI dan BPBD langsung memasang jaring di area sekitaran katulampa, untuk mengantisivasi,” tutur Adam.

Sementara itu, Kapolsek Megamendung AKP Budi Santoso, menambahkan, korban ditemukan sekitar Pukul 22:00 WIB. Selain itu, menurut Budi korban tersangkut bebatuan yang ada didalam kubangan air, bahkan saat ditemukan korban dengan keadaan telanjang.

“Korban, langsung diserahkan, dan pihak keluarga meminta untuk tidak dilakukan visum, karena ini sudah menganggap musibah,” tukas Budi. (mul/c/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *