Tiang Miring Situ Plaza Cibinong Bikin Aktivis Ngambek

by -
BERPOLEMIK: Proyek yang dikerjakan PT Sinar Cempaka Raya itu terindikasi mengandung kejanggalan lantaran tiang proyek miring dan menjadi temuan BPK di akhir 2019

METROPOLITAN – Proyek senilai Rp7,225 miliyar di tengah pusat Pemerintahan Bumi Tegar Beriman, masih saja bermasalah. Bagaimana tidak, meski sempat disidak Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, karena tepat berada disebelah gedung wakil rakyat tersebut, namun tetap saja megaproyek ini tak berjalan mulus.

Proyek yang dikerjakan PT. Sinar Cempaka Raya terindikasi mengadung kejanggalan, lantaran tiang-tiang proyek miring dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diakhir tahun 2019.

Sebelumnya, BPK menemukan atas atas miringnya tiang yang menjadi penyanggah disejumlah sudut tembok terkesan mati ditempat.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Kabupaten Bogor, Iriyanto mengaku, soal proyek pembangunan Situ Plaza Cibinong agar menanyakan langsung ke Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) DPKPP Kab. Bogor.

“Masalah itu bisa langsung ke Kabid PSUnya, agar keterangan valid,’’singkat Iriyanto, melalui pesan WhatsApp.

Terkonfirmasi terpisah, Pelaksanaan Harian Proyek Dodi Setiawan tidak banyak komentar perihal proyek Situ Plaza Cibinong yang ada kejanggalan terhadap pelaksanaanya.

“Maaf Bang, untuk hasil temuan BPK nanti resminya ada Website BPK disampaikan dalam bentuk LHP,’’singkat Dodi, ketika dikonfirmasi wartawan ini.

Menanggapi hal ini, Aktivis dari Forum Mahasiswa Bogor, Iksan Awaludin menegaskan, soal proyek Situ Plaza Cibinong menduga ada kejanggalan dan korupsi dalam pembangunan proyek tersebut.

“Melihat kekacauan dan kesemerautan proyek pembangunan situ plaza ini mendesak agar bupati Bogor Ade Yasin untuk turun gunung dan panggil dinas PUPR dan dinas terkait,’’tegas Iksan.

Menurutnya, dinas terkait harus menyelesaikan kesemarautan dalam pembangunan. Jadi idealnya jangan sampai lagi-lagi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, terkenal dengan akan gagap dalam implementasi pembangunan atau pelaksanaan.

“Kalau sampaikan BPK turun, mungkin kami menduga ada kejanggalan dan  korupsi dalam pembangunan,’’jelas Iksan.

Sebelumnya, Pengamat Tata Bangunan Purwanto menyebutkan adanya kesalahan kontruksi yang fatal pada proyek senilai Rp 7,225 miliar tersebut, yang mengakibatkan miringnya sejumlah tiang pancang. Idealnya pihak pemborong melakukan kajian yang matang, atas jenis bangunan dan struktur yang dipilihnya.

“Jadi jangan asal pancang begitu saja. Teknologi modern itu sudah banyak. Lautan saja bisa saya cor, ini cuma danau loh. Jadi wajar saja kalau jadi temuan BPK. Toh ini ada kesalahan kontruksi,” cetusnya.(mul/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *