Tukang Cilok Bunuh PL di Puncak, Minum Obat Kuat Sebelum Pesta Seks

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor berhasil meringkus pelaku pembunuhan seorang pemandu lagu (PL) di kawasan Puncak Bogor yang terjadi pada 30 Desember 2019.

Pelaku RA alias Berod nekat membunuh teman kencannya lantaran tak kunjung ejakulasi meski sudah meminta nambah di ronde kedua. Korban pun dicekik hingga tewas karena sudah kelelahan dan tak mampu melayani nafsu bejat pelaku.

Lelaki yang sehari-hari berjualan cilok ini ternyata mengonsumsi obat kuat terlebih dulu sebelum melakukan pesta seks bersama dua teman lainnya. Kondisi itu yang membuat pelaku tak kunjung mencapai klimaks.

“Yang jelas pelaku mengonsumsi obat kuat, mungkin supaya bisa lama saat melakukan itu,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat rilis di Mapolres Bogor, Jumat (17/1).

Sebelumnya, pelaku tega membunuh seorang pemandu lagu yang menjadi teman kencannya di Puncak Bogor, RF (24).

Musababnya sepele, pelaku minta korban melayaninya untuk ronde kedua. Namun sayang, korban menolak karena kelelahan. Pelaku berang. Korban akhirnya dicekik hingga meregang nyawa.

Aksi tersebut terjadi sehari jelang pergantian tahun, (30/12). Bermula saat pelaku dan dua temannya dari Sumedang sedang berwisata di kawasan Puncak, Bogor. Mereka menyewa sebuah villa di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di villa, ketiganya bermaksud mengadakan pesta seks. Pelaku lantas menghubungi pemandu lagu (PL) yang biasa menemani lekaki hidung belang. Korban datang bersama dua temannya dan langsung melayani nafsu bejat tiga lelekai tersebut.

Usai itu, semua masih berjalan seperti semestinya. Dua rekan pelaku dan dua rekan korban kembali pulang pada siang hari usai semalaman melakukan pesta seks.

Sementara pelaku dan korban tetap berada di villa karena sudah sering bertemu sebelumnya. Pelaku meminta korban menemaninya untul ronde kedua pada malam harinya.

Pada saat melakukan hubungan badan, pelaku tak kunjung mendapatkan orgasme. Dengan kondisi tubuh yang sudah kelelahan, korban lantas meminta waktu untuk beristirahat hingga tertidur.

Dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, pelaku kembali membangunkan korban untuk kembali memuaskan nafsunya. Namun, korban sudah tak kuat karena kelelahan. Korban pun menggerutu dan mengeluarkan kata-kata penolakan yang membuat pelaku berang.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban dengan mencekiknya hingga tak sadarkan diri.

Setelah itu, dengan santainya pelaku menutupi tubuh korban yang dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun dengan selimut.

Pelaku lantas pergi meninggalkan korban dengan angkot untuk berangkat ke Bandung karena ingin menghabiskan pergantian tahun di Kota Kembang.

Pagi harinya, penjaga villa terkejut karena mendapati seorang perempuan yang tak sadarkan diri dalam kamar. Penjaga tersebut lalu berinisiatif membawa korban ke rumah sakit. Namun sesampainya di sana, korban ternyata telah meninggal dunia.

Tak butuh lama, kasus tersebut tercium kepolisian. Polres Bogor bersama Polsek Megamendung langsung membentuk tim untuk mengungkap pelaku.

“Dari hasil olah TKP, korban diketahui korban pembunuhan,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni.

Tim lantas memburu pelaku. Tak sampai dua hari, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Bandung pada 1 Januari 2019.

“Pelaku dijerat Pasal 351 Ayat 3 Jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *