Viral Mahasiswa Bantu Ibu Lahirkan Bayi di Rumah, Pakai alat Seadanya & Sedot Air di Hidung Adiknya

by -11K views

METROPOLITAN – Bagaimana jadinya jika seorang anak mendapati air ketuban pecah pada ibunya yang hamil tua?

Pengalaman tersebut dialami betul oleh seorang mahasiswa.

Saat itu cuaca dingin melanda, dan sang ibu sudah tak kuat lagi menahan.

Air ketuban tiba-tiba pecah, si anak yang tak punya banyak waktu justru mendapat arahan dari ibu untuk segera melakukan persalinan.

Bahkan ia membantu ibunya tersebut dengan alat seadanya untuk melahirkan bayi yang bakal menjadi adik laki-laki.

Peristiwa tersebut terjadi pada 2 Januari 2020 lalu di Kota Cebu, Filipina.

Bowen Suico (20) menjadi pahlawan untuk keluarganya saat itu.

Ia pun mendapat pujian dari warganet kala berhasil membantu ibunya melahirkan adik laki-lakinya di rumah.

Tanpa peralatan modern dan bantuan ahli medis.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari Coconuts Manila, cerita persalinan ibu Bowen Suico, Maria Glennda Suico menjadi viral.

Glennda yang sudah tak tahan lagi tiba-tiba memberi arahan kepada anaknya tersebut untuk melakukan persalinan.

Kata Bowen kepada Coconuts Manila dalam wawancara melalui Facebook Messenger, ibunya itu adalah perawat.

Lalu sudah berpengalaman melahirkan hingga kedelapan kali.

Detik-detik Bowen bantu ibu lahirkan adiknya

Saat memberikan instruksi kepada Bowen, Glennda dengan sabar memberi tahu apa yang harus dilakukan Bowen.

“Dia hanya menyuruhku tetap tenang saat dia mendorong bayinya keluar. Setelah bayi itu keluar, dia mengajariku cara menyedot air dari hidung dan mulut bayi,” paparnya.

“Dia juga mengajari saya apa yang harus digunakan saat membersihkan bayi, ”katanya.

Bowen mengakui bahwa dia awalnya ragu-ragu untuk membantu ibu melahirkan bayinya.

“Saya tidak memiliki latar belakang dalam proses persalinan. Saya khawatir bahwa saya akan membuat kesalahan, atau melukai adik lelaki saya. Tetapi saya masih berhasil melakukannya dengan tetap tenang, ”katanya.

“Dia (ibu) akhirnya melahirkan di rumah karena air ketubannya tiba-tiba pecah, ketika airnya pecah, kepala bayi sudah keluar,” kata Bowen..

“Mengingat ibu saya seorang perawat dan telah melahirkan delapan kali, dia tahu dia tidak akan berhasil ke rumah sakit, ”imbuhnya kepada Coconuts Manila dalam wawancara Facebook Messenger.

Setelah persalinan berhasil, paman Bowen memanggil bidan, lau memotong tali pusar, memvaksinasi bayi, dan mengeluarkan plasenta.

Bayi itu bernama Bjenz, yang dilafalkan “Benz.”

Sementara itu, Bowen dengan bangga membagikan foto-foto ulang tahun bayi Bjenz di Twitter minggu lalu.

Hingga kinicuitan dan foto Bowen bantu ibunya melahirkan telah disukai sebanyak 70 ribu kali, dan dibagikan hampir 16 ribu kali.

Warganet terkesan, memuji aksi mahasiswa tersebut..

“Selamat, Bowen!” Kata pengguna Twitter @daeryqueen.

Polisi bantu ibu lahirkan bayi

Seorang polisi berjibaku membantu seorang ibu dalam proses persalinan.

Empati dan rasa kemanusiaan Ipda BJ Handoko, Kanit Bina Masyarakat (Binmas) Polsek Gondang, tergugah saat melihat seorang perempuan meringis kesakitan melahirkan di pinggir jalan kawasan hutan RPH Sugihan BKPH, Tretes KPH Bojonegoro, tepatnya di Dusun Betek, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (6/12/2019).

Meski tidak memiliki riwayat sebagai ahli medis, Handoko berhasil menolong persalinan perempuan yang diketahui bernama Astri Sulistyoningsih (32), warga Dusun Puguh Rejo, Desa Gondang, tersebut dengan selamat.

“Benar mas, kejadiannya itu kemarin Jumat sekitar pukul 07.30 WIB setelah Ipda Handoko melaksanakan kegiatan sapa pagi di pertigaan Betek,” ujar Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Sri Ismawati saat dihubungi, Sabtu (7/12/2019).

Sri menceritakan, saat itu Handoko hendak kembali ke Markas Polsek Gondang untuk melaksanakan apel pagi. Namun, di tengah perjalanan, ia melihat Astri sedang membutuhkan pertolongan di pinggir jalan, tidak jauh dari jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Gondang. Handoko pun memutuskan berhenti dan menolong Astri.

“Saat dihampiri oleh Ipda Handoko, dari informasi yang saya tahu, saat itu posisi kepala bayi sudah keluar, tapi belum ada pertolongan medis,” katanya.

Sebenarnya pada saat itu memang ada beberapa warga di lokasi. Tapi tidak ada yang berani mengambil tindakan sehingga Handoko memutuskan mengambil tindakan diskresi dengan memberi pertolongan darurat kepada Astri sambil menunggu bidan dari Puskesmas Gondang.

Sementara itu, Kapolsek Gondang Iptu H Berthon Silalahi, saat dikonfirmasi terpisah, juga membenarkan anggotanya memberikan pertolongan kepada seorang ibu yang melahirkan di pinggir jalan dalam kawasan hutan.

“Kami bersyukur, ibu dan bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat. Meski bayi tersebut terlahir prematur seberat 1,6 kilogram karena kandungan baru sekitar 32 minggu,” kata Berthon.

Astri kemudian dirujuk ke Puskesmas Gondang. Sementara bayi yang dilahirkan saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesomo.

Loading...