Warga Ngeluh Jalur Sempit di Flyover Martadinata

by -
MASIH MACET: Flyover RE Martadinata kemarin sore cukup ramai dilalui kendaraan yang melintas. Bahkan di flyover tersebut sering terjadi kemacetan lantaran jalan yang menyempit.

METROPOLITAN – Kehadiran Flyover RE Martadinata disambut dengan antusias oleh pengendara kendaraan bermotor di Kota Bogor.

Setiap sore, terlihat padatnya kendaraan yang melintas diatas Flyover yang memakan anggaran mencapai Rp14 miliar.

Ternyata kehadiran flyover ini belum bisa mengatasi kemacetan diwilayah tersebut. Kepadatan kendaran terlihat mengular dari arah air mancur menuju ke Cimanggu.

Beberapa pengendara yang terjebak macet mengeluhkan kecilnya lebar jalan yang mengarah ke Cimanggu. Tepatnya setelah melewati jembatan RE Martadinata.

“Dari Sabtu (18/1) macet mulu emang. Jalanannya terlalu sempit, apalagi ada cone yang membatasi di tengah jalan,” ujar pengendara sepeda motor, Najib (29) kepada Metropolitan, kemarin (19/1).

Bahkan beberapa kendaraan yang enggan terjebak macet diatas flyover tersebut, terlihat memutar balik dan mengambil jalur melalui Kebon Pedes.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin menampik adanya kemacetan diatas Flyover Martadinata.

Ia menerangkan kalau kemacetan terjadi di lampu merah yang ada di persimpangan Jalan Merdeka dan Martadinata.

Kendati demikian, ia mengaku akan tetap mengevaluasi hasil ujicoba yang telah dilakukan selama sepekan kemarin.

“Nanti akan ada hasil resmi dari Dishub ke Walikota. Terkait luas jalan yang sempit karena ada pembatas jalan, itu akan kami evaluasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Bogor, Bima Arya melakukan peresmian masa uji coba untuk Flyover RE Martadinata pada Jumat (10/1).

Peresmian uji coba itu berangkat dari aduan masyarakat yang mempertanyakan kapan jalan tersebut bisa digunakan.

Menurut Politisi PAN ini, Flyover pertama di Kota Bogor ini memang sudah lama ditunggu masyarakat.

Setelah sekian lama menjadi salah satu titik utama kemacetan di Kota Bogor, sekarang Jalan RE Martadinata sudah punya flyover untuk mengatasi kemacetan.

Saat disinggung soal Sertifikat Laik Fungsi (SLF) atau sertifikat yang diberikan pemerintah daerah terhadap bangunan gedung yang selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi berdasarkan hasil pemeriksaan pihak tertentu, Bima mengaku tidak bisa berkomentar banyak.

Saat ini pihaknya tengah fokus pada masa uji coba lantaran SLF bakal diproses sambil menungguhasil evaluasi dari masa uji coba ini.

“Kalau SLF kita sambil berproses. Setelah masa coba ini kita harap SLF bisa dikeluarkan. Kita liat dulu hasil evaluasi masa uji coba ini, baru nanti keluar SLF-nya. Kita tidak tahu kapan, tapi semoga secepatnya. Tetap, kalau melihat dari kondisi secara keseluruhan konstruksi flyover RE Martadinata kondisinya dalam kondisi baik. 100 persen baik dan tidak ada masalah,” katanya.

Saat ini, sudah lebih dari satu pekan semenjak masa ujicoba dilakukan, tapi kejelasan kapan SLF akan diterbitkan, Pemkot Bogor masih belum bersuara. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *