30 Persen Dana CSR untuk Pendidikan

by -
ERICK THOHIR Menteri Badan Usaha Milik Negara

METROPOLITAN – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, men-gatakan, Kementerian BUMN akan mendorong BUMN lebih berkontribusi pada sektor pen-didikan. Salah satunya me-minta setiap BUMN mengalo-kasikan 30 persen dana CSR untuk sektor pendidikan.

”Saya bukan tipe orang yang membuat wacana, tapi ingin sesuatu yang konkret. Di BUMN akan ada perubahan, sedang disiapkan. Salah satunya dana CSR akan dimaksimal-kan 30 persen untuk pendi-dikan,” ujarnya.

Erick menilai ini tak lepas dari mayoritas jumlah gene-rasi muda Indonesia yang hanya mampu mengenyam pendidikan sampai SMP. Dengan porsi alokasi CSR yang lebih besar pada sektor pen-didikan, Erick berharap tingkat pendidikan generasi muda akan lebih baik ke depan. Erick juga menilai upaya inI jauh lebih efektif ketimbang BUMN justru mengurusi atau memiliki universitas yang bukan menjadi bisnis utama BUMN tersebut.

”Selama ini CSR ada beberapa kategori. Kalau saya lihat boleh dong diubah. Kalau bisa CSR BUMN lebih ke pendidikan sampai 30 persen, saya rasa itu suatu yang baik,” ucapnya.

Erick menuturkan, gagasan ini sejalan dengan program Menteri Pendidikan dan Ke-budayaan, Nadiem Makarim yang gencar mendorong gerak merdeka belajar. Erick me-minta BUMN bersinergi dengan universitas yang sudah ada dan jelas rekam jejaknya ketimbang membuat atau memiliki universitas sendiri.

Mewujudkan sinergi BUMN dengan instansi pendidikan, Erick meminta adanya kerja sama dengan universitas. Er-ick tak ingin BUMN sekadar mengucurkan CSR untuk pendidikan tanpa disertai pengelolaan yang maksimal.

”Ini yang saya harapkan terutama para rektor. Kita ini bermitra, bersinergi, tapi musti win-win. Jangan cuma minta CSR tapi universitas tidak dikelola baik,” katanya.

Erick juga berpesan kepada generasi muda yang bergabung dengan BUMN untuk men-jadi bagian dari perubahan. Erick tak ingin generasi muda yang bergabung dengan BUMN justru terlena dan tidak sigap menghadapi perubahan.

”Adik-adik tolong kalau sudah masuk BUMN menjadi bagian perubahan, jangan cuma sta-tus quo karena 2045 era kalian, dosa besar kalau kami tak memberi kesempatan ke ge-nerasi penerus,” ujarnya.Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim menyebut PMMB sebagai program yang luar biasa dan sesuai apa yang hendak dibuatnya.

”Terima kasih bro Erick yang jadi sum-ber inspirasi untuk kita semua. Dia mentor saya, kalau ada apa-apa curhatnya ke Mas Erick. Menjadi menteri muda tidak mudah apalagi datang dari swasta,” katanya.

Nadiem menilai PMMB merupakan dukungan nyata dari BUMN terhadap program kampus merdeka yang ia la-kukan. Nadiem menilai pola kemitraan antara instansi pendidikan dengan BUMN hingga swasta hal yang penting dalam mendorong peningka-tan SDM. Komitmen BUMN menjadi jawaban atas keluhan rektor yang mengaku kesuli-tan mendorong peranan pe-rusahaan ke universitas.

”Komplain rektor susah ta-rik perhatian swasta bahkan BUMN, tapi BUMN lebih se-mangat karena kebutuhannya besar,” ungkapnya.BUMN diminta tak mengang-gap CSR pendidikan sebagai CSR semata, melainkan se-bagai wadah menciptakan tenaga kerja andal yang se-suai konsep bisnis masing-masing BUMN.

”Ini adalah investasi. Saya minta dirut BUMN tidak melihat ini se-bagai CSR, tapi investasi un-tuk bisnis utama Anda ke depan,” terangnya.

Nadiem membantah anggapan pro-gram kampus merdeka menga-rah pada tujuan menjadikan mahasiswa sebagai pekerja yang dibutuhkan industri se-mata. Program ini bertujuan membentuk mental dan daya saing generasi muda bangsa ke depan.(re/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *