An An Wariskan Layanan Aplikasi Online

by -
PAMIT: Wakil Direktur RSUD Kota Bogor, An An Andri Hikmat, saat berbincang dengan pasien. Ia hijrah ke Kemendagri meninggalkan aplikasi online demi meningkatkan kualitas pelayanan Kota Bogor.

METROPOLITAN – Wakil Direktur RSUD Kota Bogor, yang juga lama duduk sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, An An Andri Hikmat akhirnya ‘mengakhiri’ kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Selalu berinovasi dan rajin buat terobosan, membuat An An dilirik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemkot Bogor pun mesti rela kehilangan salah satu ASN terbaiknya.

Pria yang juga Ketua Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor itu memang dikenal rajin menciptakan ide brilian dan terobosan baru, terlebih saat mengemban tugas di Bapenda, sebagai motor pendapatan daerah.

An An mengakui, demi menerima tawaran dari Kemendagri memang butuh waktu cukup lama. Setelah menimbang-nimbang dengan matang, ia pun menerima dan siap bekerja di Kemendagri.

“Akhir pekan lalu lapor ke Kemendagri. Mulai Senin besok (hari ini, red) sudah mulai kerja. Sebenarnya sudah lama ada permintaan dari Kemendagri. Setelah proses kurang lebih setahun, baru lah saya resmi pindah. Ya walaupun dimanapun bekerja, buat saya tetap sama. Tetap bekerja dan bekerja saja,” katanya kepada Metropolitan.

Setelah lama malang melintang di Bapenda, An An sempat mengabdi beberapa bulan di RSUD Kota Bogor. Ia pun memberikan ‘warisan’ manis, dengan menyiapkan sebuah sistem layanan masyarakat berbasis aplikasi online.

Seluruh pelayanan yang ada di RSUD, kata dia, nantinya akan bisa terlayani secara online. Kecanggihan teknologi memang memberikan inspirasi bagi An An untuk membuat inovasi dan terobosan baru.

Aplikasi yang diberi nama ‘Pendaftaran Online’, diharapkan bakal membantu masyarakat di revolusi industri era digital 4.0. ia menambahkan, persiapan Pendaftaran Online sudah matang dan rencananya bakal di uji cobakan bulan ini.

“Kita sih target awal Maret sudah bisa di launching dan dipergunakan. Sebentar lagi akan diuji coba,” imbuhnya.

Dalam aplikasi tersebut ada menu ‘Layanan RSUD Kota Bogor’, dimana terdapat beberapa layanan yang bisa digunakan masyarakat. Dengan tinggal membuka aplikasi melalui gawai, lalu tinggal klik ‘Layanan RSUD Kota Bogor’.

“Disitu masyarakat tinggal pilih, apakah mau daftar, apakah mau rujukan ke dokter mana misalnya, spesialis apa, ataupun mau ke poli. Di situ ada semua,” bebernya.

Tak cuma itu, kata dia, aplikasi sudah terkoneksi dengan BPJS Kesehatan, asuransi dan akan ada kerjasama juga dengan pihak lain.

“Nanti ada kunci pembukanya, yaitu dengan finger print. Setelah kunci terbuka, data yang ada di BPJS akan masuk ke aplikasi, karena aplikasi ini sudah terkoneksi dengan BPJS,” terang.

An An menjelaskan, adanya aplikasi itu kemudahan layanan masyarakat di RSUD Kota Bogor akan semakin mudah dan lebih efisien waktu.

Masyarakat yang sudah mendaftar lewat aplikasi, bakal direspon soal jam kedatangan dan nomor urut. Aplikasi itu akan menginformasikan soal ketersediaan kamar yang ada di RSUD Kota Bogor yang bisa diketahui langsung oleh masyarakat.

“Jadi tidak usah lagi nunggu lama dari pagi. Soal obat, masyarakat juga tidak perlu lagi nunggu lama-lama di apotek, sudah pulang saja. Sebab, obat nanti bisa diantarkan kerumah, lewat kendaraan berbasis online. Dan yang paling utama di aplikasi ini, soal ketersediaan kamar. Jadi masyarakat akan tahu soal kebutuhan kamar karena bisa dilihat di situ. Baik di kelas 1, kelas 2, kelas 3 ataupun VIP,” pungkas An An. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *