Awas, Jangan Ucapkan Ini Saat Bertemu Kelompok Bersenjata di Kota Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi atas meninggalnya MZ (16), korban pembacokan di Kota Bogor, kepolisian mengungkapkan dugaan penyebab aksi maut tersebut.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Bogor Utara, Akp Yuddi mengatakan, ada dugaan korban memberikan sebuah kode terlarang yang memicu pertikaian.

Yuddi menduga ada kata-kata yang dianggap memancing pertikaian. Kata tersebut adalah ‘Kuy’ yang biasa diartikan sebagai ajakan.

“Jadi saat melintas disana korban bilang Kuy. Yang mana Kuy itu adalah kode keras, tanda tawuran yang digunakan mereka. Makannya kelompok pelaku terpancing dan mengejar,” kata Yuddi, Senin (10/2).

Informasi yang dihimpun kepolisian, korban dan pelaku berasal dari dua tongkrongan berbeda. Yakni tongkrongan Layang Street dan tongkrongan Bekas Longsor.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mencari otak dari para pelaku pembunuhan MZ.

“Kita masih kembangkan semuanya. Kita juga sedang mendalami siapa sebenarnya para pelaku tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang remaja 16 tahun, MZ, meregang nyawa usai mendapat luka sabetan senjata tajam (sajam) jenis celurit, Minggu (9/2) dini hari.

Informasi yang dihimpun, aksi sadis itu terjadi di Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sekitar pukul 04.20 WIB.

Saat itu, korban bersama sang kakak, R (17), dan beberapa temannya hendak pulang dengan mengendarai tiga sepeda motor.

Namun di tengah jalan, mereka diadang sekelompok orang yang mengendarai motor dan menumpang angkot. Mereka dibekali dengan senjata tajam.

Korban dan teman-temannya sempat mencoba melarika diri. Namun nahas, korban keburu mendapat luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Korban pun meninggal dan dibawa ke RS PMI Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Utara, AKP Ilot Juanda membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, kejadian diketahui usai kepolisian mendapat informasi dari pihak RS PMI. Kepolisian pun langsung mendatangi rumah sakit dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Informasi dari pihak RS ada satu korban yang dibawa ke PMI. Kami cek ke sana dan ke TKP di Kelurahan Ciparigi, Tanah Baru sekitar pukul 4:35 menjelang subuh. Kita lidik kita cek tkpnya. Kita masih melakukan penyelidikan. Korban sudah meninggal,” kata Ilot, Minggu (9/2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *