Banyak Kepala Sekolah Pilih Pensiun Dini

by -
ILUSTRASI: Aktivitas para guru PNS di sekolah yang tengah mengurusi berkas.

METROPOLITAN – Feno-mena kepala sekolah (kasek) yang marak mengundurkan diri rupanya telah disadari beberapa rekan seprofesi. Kepala SMK Negeri 2 Kota Bogor, Joko Mustiko, blak-blakan soal fenomena ini. Menurutnya, banyak kasek yang ingin meletakkan jaba-tannya dan memilih menjadi guru biasa atau pengawas. Bahkan, ada yang mengajukan pensiun dini sebagai kepala sekolah.

“Miris juga melihat-nya. Saya kira masalah ini harus segera dicarikan so-lusi. Jangan sampai lima tahun ke depan malah krisis kepala sekolah,” terangnya.Joko mengatakan, hal itu diduga tidak seimbangnya antara tanggung jawab dengan tunjangan jabatan yang dite-rimanya.

“Kalau dulu jabatan kasek dikejar-kejar dan sang-at didambakan setiap guru. Sekarang, terbalik. Guru ma-lah lari kalau mau dikasih jabatan kepala sekolah, kan aneh. Karena mereka tahu betapa rumitnya tanggung jawab seorang kepala sekolah, saat ini,” ujarnya.Ia memberikan contoh dari teman-temannya. Tak sedikit guru yang telah memiliki ser-tifikat dan laik menjadi ke-pala sekolah justru meno-laknya.

“Kalau sudah bergini, saya yakin ke depan dunia pendidikan di Indonesia akan mengalami krisis kasek,” ujar pria yang juga plt kepala SMK Negeri 1 Kota Bogor ini.Beratnya tanggung jawab yang harus diemban para kepala sekolah, menjadi ala-san banyak guru yang enggan dijadikan pemimpin di seko-lahnya. Apalagi, mereka ha-rus berurusan dengan Ke-jaksaan Negeri (Kejari) Bogor untuk mempertanggungja-wabkan dana Bantuan Ope-rasional Sekolah (BOS).

Seperti yang baru-baru ini dilakukan Kepala SD Negeri Tajur 1 Kota Bogor, Ocid. Ia membenarkan beberapa waktu lalu dirinya bersama beberapa kepala SD negeri lainnya telah dipanggil Ke-jari Bogor.

“Iya, kemarin saya bersama beberapa kepala SD lainnya dipanggil Kejari untuk mengklarifikasi pengelolaan penggunaan dana BOS yang sudah bergulir sejak 2017, 2018 dan 2019,” terangnya.Ia menyatakan siap jika ha-rus dipanggil lagi untuk mem-pertanggungjawabkan peng-gunaannya.

“Kalau saya sih, saya jelaskan saja yang sebe-narnya. Saya siap dipanggil lagi untuk menjelaskan per-masalahan ini di hadapan kejaksaan,” pungkasnya. (ber/ar/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *