Bela Pramono Anung, Ruhut Sitompul Malah Singgung Omongan Gus Dur

by -

METROPOLITAN –  Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung tengah menjadi sorotan publik lantaran pernyataannya yang dianggap sangat nyeleneh.

Pramono Anung menyebut, dirinya melarang Presiden Jokowi mengunjungi Kediri, Jawa Timur.

Alasannya, dikhawatirkan Jokowi bakal bernasib serupa dengan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang lengser usai mengunjungi Lirboyo, Kediri.

Banyak pihak yang menganggap pernyataan politisi PDIP itu sebagai pernyataan konyol.

Tak sedikit pula yang menganggap pernyataan Pramono menunjukkan pemerintah saat ini lebih percaya pada hal-hal berbau klenik.

Kendati demikian, Pramono Anung mendapat pembelaan dari Ruhut Sitompul yang juga politisi PDIP itu.

Menurut eks politisi Partai Demokrat tersebut, pernyataan Pramono adalah sebuah hal yang wajar tak tak perlu diributkan.

Demikian disampaikan politisi yang juga advokat tersebut melalui akun Twitter pribadinya, @ruhutsitompul, Minggu (16/2/2020).

“Apa yang disampaikan Mas Pram itu feeling politik jadi boleh saja, nggak usah pada sewot,” cuitnya Ruhut.

Ruhut juga menilai bahwa kewaspadaan selalu dibutuhkan.

“Karena kewaspadaan perlu jangan pada stresssssss,” sambungnya.

Sebaliknya, sosok yang pernah mengproklamirkan sebagai anjing penjaga SBY ini menilai Pramono Anung hanya menjalankan tugasnya.

Ia lantas menukil pernyataan yang pernah dilontarkan almarhum Gus Dur yang cukup terkenal hingga saat ini.

“Beliau melaksanakan Tugasnya sebagai Sekretaris Kabinet gitu saja kok repot kata Presiden RI ke 4 Negarawan Gusdur MERDEKA,” tutupnya.

Sementara, eks rekan Ruhut Sitompul di Partai Demokrat, Roy Suryo mennilai, tak ada alasan apapun yang membuat seorang presiden tidak mengunjungi satu wilayah manapun.

Termasuk Kediri, yang menjadi salah satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat ini dipimpin Jokowi.

Demikian disampaikan politisi yang memiliki gelar Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) ini melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (16/2).

“Semua tergantung niat dan tujuannya, seorang presiden adalah pemimpin semua rakyatnya, jadi harus juga ke Kediri,” kata Roy.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga lalu mengungkap bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah mengunjungi Kediri.

Saat itu adalah ketika terjadi letusan Gunung Kelud pada 2007 silam.

SBY kala itu berani menabrak mitos yang telah menjadi ‘momok’ di kalangan pejabat negara.

Hasilnya, SBY malah tidak lengser, melainkan terpilih kembali untuk periode kedua kepemimpinannya.

Atas hal itu, pria yang masih kerabat Puro Pakualaman Yogyakarta ini melontarkan sindiran.

“Saya percaya Pak Jokowi dan KH Maruf Amin, meski dekat dengan Pramono Anung, tetapi tidak takut dengan genderuwo, tuyul, banaspati, wedon, apalagi setan lengser kan?” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *