Berawal Penuhi Keinginan Anak, Kini Banjir Orderan

by -
KREATIF: Ilyas saat membuat miniatur kapal pinisi dari sedotan.

METROPOLITAN – Sedotan pada umumnya digunakan sebagai alat bantu untuk minum. Namun, di tangan Ilyas, sedotan menjadi sebuah kerajinan tangan yang bernilai.

Pria asal Cicadas, Gunungputri, Kabupaten Bogor itu bahkan menjadi viral setelah berhasil membuat replika motor dari bahan dasar sedotan.

Awalnya, karya Ilyas diunggah keponakannya, Egi Irawan ke media sosial Facebook. Kerajinan tangan berbentuk motor berukuran seperti aslinya tersebut mendapat perhatian sejumlah warga net.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut pun viral dan kini telah dibagikan lebih dari 19 ribu pengguna Facebook.

Pria berusia 44 tahun ini pun menceritakan awal kreativitas tersebut muncul. Bermula saat anaknya menangis meminta mainan baru, Ilyas berpikir rasanya tak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan mainan. Untuk itu ia mengumpulkan sedotan hasil jajan anaknya dan membuat kerajinan berbentuk mobil.

Pada 2011 lalu, ia sempat membuat replika motor yang dibuatnya selama tiga minggu dan dihargai Rp2 Juta. Sejak itu dirinya mulai dikenal seorang pengrajin kreatif berbahan sedotan hingga masuk ke berbagai program televisi.

Tak hanya itu, kerajinan buatan Ilyas juga pernah dipamerkan dan dilombakan di berbagai kompetisi. Salah satunya pameran dan lomba tingkat Kabupaten Bogor pada 2011 silam.

“Juara 1 tingkat Kabupaten Bogor mewakili Gunung Putri waktu masih zamannya Bupati Rahmat Yasin. Kemudian tahun 2012 juara 1 lagi di ajang perlombaan salah satu rokok,” kata Ilyas.

Namun, setelah membuat replika motor dan menjuarai berbagai lomba, ia sempat vakum selama delapan tahun karena kurangnya modal dan peminat.

Akan tetapi, setelah karyanya kembali viral di media sosial, ia optimis meneruskan berkarya dengan bahan sedotan tersebut.

Kini, pria yang juga bekerja sebagai office boy dan terapi pijat itu menerima berbagai macam pesanan dari para tetangganya. Ia biasa membuat sebuah karya dalam satu hari tergantung dengan tingkat kesulitannya.

“1 hari kalau libur, kalau kerja 1 karya bisa 3 hari,” ucapnya.

Karyanya kini dihargai mulai dari Rp70 ribu hingga jutaan. Semua tergantung bentuk dan tingkat kesulitan. Ia biasa membuat kerajinan berbentuk rumah, mobil, kapal pinisi hingga berbagai ikon daerah.

Meski demikian, peminat karya Ilyas masih sekitaran tetangganya saja. Ia berharap setelah viral, karyanya agar mampu dikenal peminat luar daerah.

“Semoga dengan ini paling tidak ada peminat dari berbagai daerah, karena kalau saya pesan dulu baru buat,” harapnya.(hei/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *