Berdampak Ke Wacana KEK Lido?

by -

METROPOLITAN – Wilayah Caringin-Cigombong rupanya sedang diproyeksikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk diusulkan kepada pemerintah pusat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Seiring dengan ekspansi pembangunan MNC Land di wilayah selatan Bumi Tegar Beriman itu. Namun kembali memanasnya kisruh antara warga dengan anak perusahaan MNC Grup itu ditengarai berdampak terhadap rencana KEK Lido.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan, ketika pemerintah akan menentukan wilayah mana yang akan diusulkan menjadi KEK, harus ada ‘kepedulian’ terhadap masyarakat setempat.

Mulai dari infrastruktur, akses hingga pendidikan. Kasus warga Kampung Ciletuhhilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong dengan MNC Land disebutnya menjadi contoh kecil adanya persoalan dalam pelibatan masyarakat.

“Ini contoh kecil. Ketika MNC mau bangun KEK, karena salah satu program Presiden Jokowi. Tapi sebelum menentukan KEK, harus memperhatikan banyak aspek, diantaranya menyejahterakan masyarakat. Melibatkan masyarakat itu diwajibkan,” katanya kepada Metropolitan di DPRD Kabupaten Bogor.

Ketika indikator itu belum terpenuhi, sambung dia, yang terjadi adalah kasus seperti warga Ciletuhhilir vs MNC Land. Buatnya aspek yang harus dipenuhi dulu misalnya infrastruktur, ekonomi hingga sarana prasarana.

“Ini kan salah satunya. Belum apa-apa sudah ada masalah. KEK itu bukan sekedar pariwisata biasa, tapi sudah jadi industri pariwisata. Nah kita-nya siap atau tidak?” imbuh politisi Partai Golkar itu.

Kedatangan warga RW 6 Desa Watesjaya, Cigombong untuk mengadukan berbagai persoalan hingga somasi yang dilayangkan kepada perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo, di depan pimpinan DPRD beberapa hari lalu, membuka mata tentang ‘kematangan’ pembangunan MNC Land hingga wacana usulan KEK Lido yang akan dipresentasikan kepada pemerintah pusat.

“Jadi bahan dasar kami untuk melihat kondisi eksisting seperti apa, kami akan lihat,” tutur Wanhai, sapaan karibnya.

Loading...