BP PPJ Kosong, Sekda: Segera Open Bidding

by -

METROPOLITAN – Minimnya keuntungan yang diterima Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ), diduga dikarenakan kosongnya kursi badan pengawas.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat. Menurutnya, keuntungan yang diberikan Perumda PPJ sebesar Rp158 juta, memang sangat minim sekali. Ia pun akan segera melakukan open bidding, guna mengisi dua kursi jabatan pengawas bos pasar ini.

“Dalam waktu dekat akan segera kita isi, karena memang masih plt dulu,” ujarnya saat ditemui di kantor Pengadilan Negeri (PN) Bogor, kemarin.

Nantinya, dalam proses seleksi terhadap dua orang yang akan menjabat bisa memberikan dampak postif terhadap Perumda PPJ. Sebab, saat ini kondisi Perumda PPJ sendiri memang sedang tidak baik-baik saja.

“Ya kalau yang ngawasnya juga asal-asalan kan bahaya juga. Jadi memang harus kita seleksi betul ini,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata, menilai, keuntungan Perumda PPJ yang hanya menyentuh angka Rp158 juta dikarenakan kondisi keuangan saat jajaran direksi masuk di 2018 sedang merugi sebesar Rp2,4 miliar.

Sehingga, keuntungan Rp158 miliar merupakan sebuah kemajuan. Sebab, sudah tidak ada lagi minus dalam neraca keuangan 2019 yang saat ini tengah diaudit oleh tim independen.

“Namun demikian saya juga minta PPJ tidak berpuas diri dulu, harus terus meningkatkan kinerjanya dan melakukan efisiensi untuk biaya biaya yang tidak perlu,” ujarnya.

Ia juga mengamini pernyataan Sekda Kota Bogor, dimana peran badan pengawas PPJ sangat berpengaruh terhadap kinerja jajaran direksi. Ia pun mendorong, Walikota agar segera mengangkat badan pengawas Perumda PPJ.

“Tapi ingat, harus kompeten dan objektif agar dapat mengawasi kinerja direksi secara intens, agar tidak ada lagi kebocoran anggaran,” imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menginformasikan realisasi keuntungan Perumda di Kota Bogor. Dari empat Perumda yang saat ini masih eksis hanya mampu menyumbangkan kurang lebih Rp28 miliar keuntungan.

Dimana Perumda Tirta Pakuan menyumbangkan keuntungan paling banyak sebesar Rp19 miliar. Di peringkat kedua, ada Bank Kota Bogor dengan nominal Rp4,2 miliar.

Untuk urutan ketiga, ada bank BJB dengan keuntungan yang diberikan sebesar Rp4,1 miliar. Sedangkan untuk Perumda yang memberikan keuntungan terkecil adalah Pasar Pakuan Jaya (PPJ) yang hanya memberikan keuntungan sebesar Rp158 juta saja.

Menurut kacamata Pengamat Ekonomi dari STIE Kesatuan, Saefudin Zuhdi, angka deviden yang diberikan oleh PPJ tidak rasional. Dengan potensi pasar yang ada di Kota Bogor, seharusnya minimal PPJ bisa menyumbangkan Rp2 miliar.

Hal tersebut berdasarkan hasil analisisnya, dimana pasar merupakan pusat bisnis. Sehingga dalam sehari pergerakan uang yang terjadi di Pasar bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

“Sumber pendapatan itu kan banyak. Mulai dari parkir, kebersihan, keamanan dan retribusi kios,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Umum Perumda PPJ, Jenal Abidin saat dikonfirmasi oleh Metropolitan, enggan berkomentar banyak. Melalui pesan singkat, ia mengatakan kalau masih menunggu hasil audit dari tim independen KAP.

“PPJ masih menunggu hasil audit dari KAP,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *