Budi: Bullying Dipicu Pendidikan Berbasis Kekerasan

by -

METROPOLITAN – Bullying atau perundungan terhadap anak sekolah semakin memprihatinkan dunia pendidikan. Kejadian di salah satu SMP di Purworejo menguak fenomena yang telah lama terjadi di dunia pendidikan Indonesia.

Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto, menyebut salah satu faktor pendorong budaya bullying adalah sistem pendidikan yang berbasis kekerasan untuk mendidik siswa.

”Kalau menurut saya terkait sistem pendidikannya ya yang agak sedikit mengutamakan kekerasan juga. Misalnya sekolah yang bagus sekolah yang disiplin, kalau telat dihukum, pakai poin,” katanya.

Budi menuturkan, sistem seperti itu tidak mengedepankan kasih sayang dalam semangat pembelajarannya. Inilah yang menjadikan budaya bullying sarat akan kekerasan bisa tumbuh.

“Iya, jadi kita mulai sistem pendidikannya. Kita ini mulai dari sistem pabrik ya dengan standar, dengan seragam,” ungkapnya. Menurut Budi, setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing, namun sistem menyamaratakan mereka.

“Belajarnya sama, seragam semua. Padahal, setiap anak itu kan minta bakatnya beda,” tegasnya. Budi melanjutkan, banyak pula lembaga pendidikan kedinasan di Indonesia yang justru mengedepankan budaya kekerasan dengan pretensi untuk menggembleng mental murid.

”Anak yang mengalami kekerasan bukan tahan terhadap kekerasan, tapi menjadi pelaku dari kekerasan itu sendiri. Anak itu mencontoh ya. Kalau anak dengan kasih sayang akan menghadapi kekerasan dengan kasih sayang pula,” ungkapnya.(lip/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *