Butuh Rp1,6 T, Bupati Minta Rp150 M

by -
PROYEK: Seorang pengendara melintas di Jalan Bojonggede-Kemang, Kabupaten Bogor. Pemkab mengajukan bantuan keuan-gan ke Pemprov Jawa Barat untuk melanjutkan proyek jalan sepanjang dela-pan kilometer itu.

METROPOLITAN – Tak kunjung selesai sejak beberapa tahun lalu mulai digarap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencari berbagai celah guna merampungkan proyek Jalan Bojonggede-Kemang.

Tahun ini, Pemkab Bogor mengajukan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melanjutkan proyek jalan sepanjang delapan kilometer itu.

Pemkab pun mengajukan anggaran tak kurang dari Rp150 miliar guna melanjutkan pembangunan fisik Jalan Bomang.

Hal itu diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin, bahwa pengajuan bantuan itu sudah disampaikan kepada gubernur Jawa Barat saat pertemuan Komunikasi Pembangunan Daerah (Kopdar), Purwakarta, beberapa waktu lalu.

“Untuk kelanjutan Jalan Bomang, sudah kita ajukan lagi. Kurang lebih Rp100-an miliar, kita sedang dorong itu untuk di-acc. Walaupun kita juga belum tahu pengajuan itu dikabulkan atau tidak,” katanya kepada Metropolitan di Makodim 0261/Kabupaten Bogor, kemarin.

Wanita yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat itu menambahkan, pengajuan banprov itu bakal dipergunakan untuk pembangunan fisik.

Sebab, persoalan pembebasan lahan disebutnya sudah selesai oleh Pemkab Bogor.

“Itu untuk keseluruhannya ya. Untuk fisik. Kan untuk pembebasan lahannya mah sudah sama kita (Pemkab Bogor, red),” imbuhnya.

Ia juga optimis beberapa pengajuan bantuan Pemkab Bogor bakal di-acc Pemprov Jabar, meskipun tahun ini pemkab mengajukan sejumlah bantuan untuk beberapa proyek besar.

Sebut saja kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II, hingga pembangunan beberapa waduk seperti Cibeet dan Narogong.

Buatnya, jumlah tersebut jangan dilihat sebagai upaya berlebihan. Sebab, ukuran diterimanya bantuan bukan cuma dari besaran, tapi melihat situasi kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Apalagi posisi strategis Kabupaten Bogor yang berperan sebagai daerah penyangga ibukota.

“Wajarlah kita minta lebih ketimbang wilayah lain, kita termasuk penyangga ibukota. Lagipula jangan lihat banyaknya nilai atau jumlah, tapi tergantung situasi kondisi dan kebutuhan masyarakat. Nanti kan yang dipertimbangkan itu,” tukas AY, sapaan karibnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ahmad Ru’yat membenarkan adanya pengajuan bantuan keuangan dari Pemkab Bogor untuk beberapa proyek strategis, seperti kelanjutan proyek Jalan Bomang, kurang lebih Rp150 miliar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu secara tersirat menilai, pengajuan itu bakal diterima lantaran menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor, aksesibilitas menuju pusat pemerintahan.

“Pembangunan akses jalan strategis itu memamg harus non komersial, agar dapat diakses oleh semua warga dalam melakukan aktifitas sosial dan ekonomi,” terangnya.

Dengan diterimanya pengajuan anggaran bantuan oleh pemprov Jabar, ia menilai disitulah peran pemeritah yang hadir untuk memberikan pelayanan untuk warganya.

“Pemerintah harus membangun fasilitas publik yang dibutuhkan warganya, juga tentunya harus memberikan rasa nyaman bagi warganya,” tuntas mantan wakil wali kota Bogor itu.

Diketahui, jalan sepanjang kurang lebih 8,5 kilometer yang diharapkan mempermudah akses ke pusat pemerintahan itu membutuhkan biaya sekitar Rp1,6 triliun.

Sejauh ini, baru terbangun 3,5 kilometer dan pembebasan lahan dirampungkan tahun lalu.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengalokasikan pada APBD 2020 sebesar Rp45 miliar. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *