Cerita Hadi Selamat dari Serangan Rampok

by -
ELAMAT: Pemilik warung sembako, Hadi, mengalami luka bacokan setelah menepis serangan rampok

METROPOLITAN – Nyawa Hadi Sunoto (45) selamat seusai disatroni kawanan perampok bercelurit pada Kamis (13/2) dini hari. Hadi berupaya sekuat mungkin menepis serangan demi serangan kawanan perampok itu. Akibatnya, Hadi mengalami sejumlah luka bacokan.

Ia mengaku hanya bisa menangkis serangan rampok yang datang tak diundang di warung sembakonya, Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok.

Satu hal yang mendorongnya mati-matian menangkis serangan bertubi-tubi itu adalah anaknya yang masih belia di kampung halaman di Madura, Jawa Timur. Ia berhasil menghalau sabetan celurit itu mencapai perutnya.

Sebagai akibatnya, ia mengalami luka setidaknya di empat titik tubuhnya, yakni satu di bahu kiri, satu di jari tangan kiri, satu di punggung tangan kanan, dan satu di cuping hidung. Semuanya ditempeli perban. Luka di jari tangannya cukup parah karena jarinya hampir putus menangkis ayunan celurit.

“Pokoknya saya cuma ingat satu anak saya. Kalau saya nggak ingat anak saya, mungkin saya nggak ngelawan sudah,” tutur Hadi. “Pikiran saya apa, saya jauh-jauh dari Madura, takut enggak ketemu lagi sama anak. Makanya saya melawan terus,” imbuh dia.

Berdasarkan pengakuan Hadi, ada lima orang perampok yang menyatroni warung sembakonya pada Kamis dini hari itu. Mulanya, Hadi menyangka mereka pelanggan.

“Jadi dia datang, saya naik, tanpa basa-basi main hantam saja tanpa ngomong. Saya tahunya saya langsung diserang. Pikiran sudah enggak ingat apa-apa melawannya gimana,” kata Hadi.

“Mereka semua pakai helm. Dua yang nyerang saya. Motornya dua atau tiga, saya nggak ingat. Pokoknya, salah satu pakai topeng seperti tengkorak,” pungkasnya. (kps/els)

Loading...