Diciduk! WNA Yaman Gagal Pesta Khat di Puncak

by -
EKSPOS: Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan peredaran barang haram yang dibawa WNA Yaman.

METROPOLITAN – Hendak kunjungi kerabat di kawasan Puncak seorang warga Yaman bernama Abdulrahman Ali Hatem, membawa 9 kilogram lebih daun Khat yang masuk golongan narkoba kelas I.

Alih-alih akan berlibur dan berpesta, Abdulrahman harus mendekam di sel tahanan Polres Bandara Soekarno Hatta. Sebab, saat tiba di Terminal 2F Kedatangan Internasional, dalam kopernya petugas Bea dan Cukai menemukan 9 bungkus daun Khat siap pakai.

“Total ada 9.316 gram atau sekitar 9,3 kilogram lebih daun Khat,” ujar Kapolres Bandara Internasional Soekarno Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, Kamis (13/2).

“Berdasarkan pengakuan tersangka, daun khat tersebut akan digunakan bersama-sama dengan relasinya yang ada di Puncak, Bogor. Mereka memakai daun khat itu untuk minum teh,” sambung Adi.

Lalu, petugas Bea dan Cukai Bandara Soetta berkordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan. Menurutnya, daun Khat tersebut adalah pesanan teman-temannya sesama warga Yaman yang sudah berlibur lebih dulu di Puncak.

Adi menyebutkan, efek samping yang ditimbulkan daun Khat amatlah mengerikan. Sama seperti ganja kering yang juga masuk dalam golongan narkoba kelas 1.

“Mirip seperti ganja, nge-fly, berhalusinasi. Makanya ini sangat berbahaya,” kata Kapolres.

Akibat membawa barang haram tersebut, Abdulrahman terancam kurungan penjara maksimal 20 tahun. Bukan hanya daun Khat, selama Januari 2020 Sat Narkoba Polres Bandara Internasional Soekarno Hatta juga mengamankan pembuat pil Excimer.

Jenis narkoba yang juga menjerat selebgram Lucinta Luna itu ditemukan sebanyak 15.409 butir.

“Tersangka EM ini di dalam rumahnya di Rajek, Kabupaten Tangerang, yang memproduksi dan mengemas sendiri belasan ribu excimer ini. Lalu, di rumahnya juga didapati puluhan botol minuman keras oplosan yang juga siap jual. Serta belasan lembar Tramadol, ” kata Kapolres.

Saat ini, pelaku sudah ditangani Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling tinggi penjara seumur hidup atau hukuman mati.(mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *