Dishub Gembok Mobil Pengendara di Surken

by -
MELANGGAR: Dishub Kota Bogor menggembok ban mobil yang terparkir liar di pedestrian Suryakencana, kemarin

METROPOLITAN – Pedestarian di sepanjang Jalan Suryakencana memang membuat kawasan Pecinan tersebut nampak lebih cantik.

Bagaimana tidak, anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mempercantik lokasi yang menjadi lokasi digelarnya acara Cap Go Meh itu mencapai Rp14 miliar.

Namun, kecantikan yang dimiliki oleh Suryakencana dan beberapa koridor jalan lainnya disalahgunakan oleh masyarakat.

Berdasarkan pantauan Metropolitan pada Rabu (12/2) siang, terdapat beberapa kendaraan roda empat yang memarkirkan kendaraannya di atas pedestarian sepanjang Jalan Suryakencana.

Kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan suryakencana tersebut ternyata berdampak kepada kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan tersebut.

Di siang hari yang terik itu juga tidak nampak adanya petugas baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) atauapun Kepolisian.

Beberapa pejalan kaki yang merasa terganggu pun langsung melaporkan adanya kendaraan yang terparkir sembarangan itu ke Dishub Kota Bogor.

Tak selang berapa lama, beberapa petugas Dishub Kota Bogor pun datang sambil membawa gembok ban mobil.

Alhasil, mobil-mobil yang terparkir diatas pedestarian itu pun digembok.

Petugas Dishub yang bertugas menggembok kendaraan-kendaraan tersebut pun tampak bersitegang dengan pemilik mobil.

Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, karena si pemilik mobil mengakui kesalahannya.

Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan dengan tegas kalau pedestarian memang bukan diperuntukkan sebagai lahan parkir.

Terlebih, di sepanjang Jalan Suryakencana, para pengguna mobil sudah diberikan fasilitas berupa alat parkir elektronik dan lahan parkir yang dijaga oleh petugas parkir dibawah naungan Dishub.

“Awalnya kan sudah kami peringatkan kalau dilarang parkir sembarang, ya sekarang ini adalah penindakannya berupa di gembok. Nanti kalau masih bandel juga akan kami cabut pentilnya,” tegas Dody.

Menurut pria yang akrab disapa Dody ini, sekecil apapun pelanggaran harus ada hukumannya.

Apalagi aturan hukum sudah jelas tertuang di dalam Undang-undang 22/2009 tentang Lalu Lintas.

Saat ini, Dody mengaku telah mendapatkan instruksi langsung dari Kepala Dishub Kota Bogor untuk terus berpatroli.

Salah satunya di jalur Sistem Satu Arah (SSA) yang sering didapati pelanggaran.

“Kalau ada kendaraan yang over load juga kita akan tindak dengan derek lalu membawanya ke kantor,” jelas dia.

Sambil melakukan tindakan sementara, Dody juga akan mendorong agar para pelanggar terkena sanksi berupa denda melalui aturan selain UU 22/2009.

Salah satunya Peraturan Walikota (Perwali).

Disamping ada efek jera, hasil denda juga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Karena kita belum ada aturan seperti DKI Jakarta kalau di derek dan di gembok langsung denda maka ke depan saya akan koordinasi dengan Bagian Hukum, DPRD Kota Bogor, Walikota dan Wakil Walikota serta Sekda apakah untuk mengisi kekosongan aturan hukum yang ada Perwali memungkinkan atau tidak, karena kalau Perda kan lama prosesnya,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *