Divonis Bebas, Hakim Sebut SM Gila

by -
SIDANG: Pelaku penistaan agama, SM, menjalani sidang putusan perkara di PN Kelas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Kasus dugaan penista agama yang dilakukan terdakwa SM, perempuan yang membawa seekor anjing ke dalam Masjid Sentul memasuki babak akhir. Kemarin, Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Cibinong menggelar sidang putusan perkara kepada wanita berusia 52 tahun tersebut.

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Indra Meinantha Vidi didampingi Hakim Anggota Ben Ronald dan Firman Khadafi menyatakan terdakwa bersalah dan melanggar Pasal 156 Huruf A tentang penodaaan terhadap suatu agama.

Namun, hakim juga memvonis bebas terdakwa karena terbukti mengalami Skrizofrenia atau gangguan kejiwaan berat. Kondisi ini tentu membuat terdakwa tidak bisa ditimbang dengan hukum.

“Sesuai Pasal 165 A KUHP, Pasal 44 KUHP dan pasal-pasal lain dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 1991, terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menimbang bahwa dengan hal itu, maka terdakwa tidak dapat dihukum,” kata Hakim Ketua, Indra Meinantha Vidi.

“Oleh karena itu terdakwa dilepaskan dari tuntutan hukum. Mengembalikan bukti berupa pakaian putih, celana panjang jeans, satu pasang sepatu kepada terdakwa SM dan membebani biaya perkara kepada negara,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan mendadak viral karena mengamuk dan membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Minggu 30 Juli 2109.

Video amatir berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan seorang perempuan dan seekor anjing di dalam ruangan masjid. Perempuan tersebut lantas terlibat cekcok dengan sejumlah jamaah yang ada di lokasi.

Beberapa jamaah masjid pun berusaha menenangkan wanita itu. Sementara anjingnya berlarian di dalam masjid. Namun, perempuan tersebut semakin meradang ketika berusaha ditenangkan. Kejadian yang terekam kamera itu pun mendadak viral dan menyebar disejumlah media sosial. (fin/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *