Gara-gara Sering Telat, Siswa SMAN Bekasi Kena Pukul

by -
KLARIFIKASI: Bidang Humas SMAN 12, Irna Tiqoh (kanan) ditemani stafnya saat memberikan klarifikasi terkait pemukulan siswa di sekolahnya.

METROPOLITAN – Siswa SMA Negeri 12 Bekasi dipukul gurunya di tengah lapangan. Kejadian tersebut direkam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video yang diunggah salah satu akun di Facebook, tampak seorang guru yang tengah memukul pundak dan kepala anak muridnya beberapa kali.

Tindakan pemukulan itu juga disaksikan murid lainnya. Di lapangan itu tampak barisan siswi yang tengah berdiri, sementara barisan siswa tengah jongkok.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 12, Irna Tiqoh menyayangkan peristiwa itu terjadi. Irna menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/2) lalu. Ada 170 siswa-siswi yang terlambat datang ke sekolah, sebagian besar yang terlambat itu murid kelas 12. Seharusnya SMAN 12 masuk pukul 06:45 WIB dan telah diberi kelonggaran 15 menit untuk masuk sekolah.

“Biasanya memang yang telat sepuluh atau dua puluh orang makanya tumben itu banyak banget yang terlambat,” ucap Irna.

Siswa-siswi yang terlambat itu kemudian dikumpulkan jadi satu di tengah lapangan. Namun, karena emosi dan kalap, salah seorang guru sekaligus Wakil Kepala Bidang Kesiswaan berinisial I pun memukul dua orang siswanya berinisial R dan A yang terlambat kala itu.

Sebab, diketahui murid yang dipukul ini memang kerap terlambat datang ke sekolah. Bahkan orang tua dari mereka pun telah dipanggil karena sering terlambat itu.

Menurut Irna, guru yang memukul murid lantaran terlambat datang ke sekolah memang dikenal temperamental. Meski temperamental, lanjut Irna, I adalah sosok yang sangat disiplin. Sehingga I yang diberi tugas menangani kesiswaan.

“Dia memang agak temperamental. Mereka (bidang kesiswaan) mengakui juga salah, mereka ingin yang terbaik lah buat sekolah. Ah, cuma kemarin caranya yang kita tidak melakukan pembiaran seperti itu,” ujar Irna.

Meski dikenal sebagai guru yang temperamental, I dinilai pintar dalam memberi materi pelajaran.

“Beliau itu bagus orangnya, sangat pandai dan beliau termasuk penulis buku terutama di bidang beliau, yaitu geografi dan sosiologi,” kata Irna.

Irna mengatakan, pihak sekolah juga telah meminta maaf kepada siswa-siswa yang saat itu dipukul.

“Sudah kemarin kita sudah ngobrol, terutama saya meminta maaf atas nama humas, atas nama sekolah,” kata dia.

“Siswa udah kita panggil baik-baik, kemudian kita sampaikan juga kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dan juga pihak guru menyesalkan semua yang sudah terjadi dan mereka menerima permintaan maaf kami,” tutur dia. (kps/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *