Google Edukasi UMKM

by -

METROPOLITAN – Google menggandeng Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kerja sama yang melibatkan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu melahirkan program Google Primer.

Google Primer sendiri adalah program yang akan menyediakan informasi seputar pajak UMKM dan keterampilan lainnya.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf menyampaikan, kerja sama tersebut merupakan yang pertama bagi Google di dunia.

Kami sangat bangga karena kerja sama ini adalah yang pertama kali di dunia bagi Google,” ujar Randy di Jakarta di peluncuran program Grow With Google, Selasa (18/2).

Google Primer merupakan sebuah aplikasi pembelajaran bisnis dan marketing milik Google yang diperuntukan bagi para pelaku bisnis ataupun orang-orang yang ingin memulai usaha.

Dengan kerja sama ini, akan ada satu bagian atau materi edukasi dalam aplikasi yang bersama Finance and Tax Lesson

Aplikasi ini diklaim memberikan pelajaran tentang bisnis dan pemasaran digital yang membutuhkan waktu tidak lebih dari lima menit dan sangat mudah dipelajari.

Setiap pelajaran diklaim dirancang sedemikian rupa, sehingga pada akhirnya pelajar harus merasa yakin mempraktikkan pengetahuan mereka di dunia nyata.

Selain itu, 127 pelajaran lain di Google Primer juga tersedia dan dalam Bahasa lndonesia.

Materi-materi terkait UMKM seputar pajak misalnya tersedia dalam empat materi. Pertama, Google Primer akan mengajak pelaku UMKM untuk memahami dan membayar pajak.

Kedua, memantau keuangan bisnis sepanjang tahun, ketiga memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dan keempat, mengatur anggaran proyek.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Dirjen Pajak Suryo Utomo.

Dirinya menegaskan, modul pembelajaran gratis tentang dasar keuangan dari Google Primer akan sangat membantu pihaknya menggenjot pendapat pajak dari pelaku UMKM.

Dirinya bahkan menyebut dari sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, yang membayar pajak baru dua juta UMKM saja.

Tugas kami sekarang mencari yang belum terdaftar. Nggak diapa-apain kok. Ayo kita tumbuh bersama. Jadi kalau Google punya tag line-nya Grow With Google, kita di DJP punya Grow With DJP. Kalau grow kan namanya tumbuh ya dapat duit dong,” tegasnya.

Dalam paparannya juga, Suryo menggambarkan Indonesia sebagai rumah yang dipikul masyarakatnya dengan cara membayar pajak.

Ketika mendeskripsikan gambar tersebut, dia memberi pesan spesifik kepada petinggi Google baik Randy Jusuf, maupun Scott Beaumont selaku President Director Google Asia Pasifik untuk ikut memikul rumah itu dengan juga wajib membayar pajak di Indonesia. (jp/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *