Ini Penyebab Wiji Fitriani Kerap Makan Jari Sendiri sampai Putus

by -

METROPOLITAN – Gadis malang, Wiji Fitriani, di Kabupaten Kediri kerap memakan jari-jarinya sendiri sampai putus. Hal itu disebabkan lantaran gangguan kejiwaan yang dideritanya.

Ironisnya, ulah Wiji yang kerap memakan jari-jarinya sendiri itu membuat dirinya dijuliki kanibal oleh warga sekitar. Apalagi, gadis malang itu kerap mengamuk tanpa sebab.

Selama ini dia tinggal bersama neneknya Jirah di sebuah rumah kecil di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Siti, salah satu tetangga mengungap, saat kecil, Wiji masih normal. Kisah pilunya dialami setelah kedua orang tuanya bercerai dan meninggalkannya.

Sejak saat itu kondisi kejiwaannya berubah drastis.

“Sejak usia 19 tahun Wiji kerap mengamuk dan membahayakan warga, hingga pihak keluarga sempat mengurungnya di sebuah kamar berpintu besi,” kata Siti.

Terakhir saat ini berusia 21 tahun, Wiji memiliki kebiasaan yang aneh memakan jemari tangannya sendiri.

“Dia mengaku mendengar bisikan-bisikan atau halusinasi sehingga jadi begitu,” imbuh Siti.

Sementara, Plt Kepala Puskesmas Ngadi, dr Rindang Farihah Idana mengatakan, Wiji menderita gangguan jiwa skizofrenia.

“Skizofrenia bisa dicegah dengan pengobatan rutin, baik dengan obat maupun pelatihan di posyandu jiwa,” kata dr Rindang.

Namun, langkah ini kerap terjadi penolakan dari pihak keluarga.

Termasuk saat Wiji saat hendak dirujuk ke RSJ Lawang di Kabupaten Malang serta RSUD Pare untuk menjalani operasi.

Pemerintah desa bersama Puskesmas setempat sebenarnya sudah berupaya mengobati Wiji.

Namun karena keinginan sang nenek, maka Wiji kembali dibawa pulang dan hanya dirawat seadanya di rumah.

“Akibatnya kejiwaannya Wiji tak kunjung normal,” tambah Dokter Rindang.

Mendengar kabar tersebut, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, merujuk Wiji ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.

Hal itu dilakukan agar Wiji bisa mendapatkan pengobatan secara intensif karena menderita skizofrenia.

Selama ini, Dinas Kesehatan setempat kesulitan melakukan pengobatan dan perawatan terhadap Wiji lantaran selalu mendapatkan penolakan dari neneknya, Jirah.

Padahal, Wiji pernah mendapat rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang hingga tiga kali.

Namun, karena keinginan nenek, Wiji kembali dibawa pulang dan hanya dirawat seadanya di rumah.

“Kami melarang Nenek Jirah turut ke rumah sakit, karena selama berada di rumah sakit, selalu memaksa petugas untuk memulangkan Wiji secara paksa,” kata Sukesi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan, Wiji didiagnosis mengidap skizofrenia yang mengakibatkan dia sering berhalusinasi hingga memakan jari-jarinya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *