Ketua DPRD Minta MNC ‘Gentle’ Hadapi Warga

by -
RUDY SUSMANTOKetua DPRD Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN – Polemik antara warga RW 06 Kampung Ciletuhhilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong dengan proyek MNC Land terus memanas.

Pasca-tinjauan DPRD bareng Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kewilayahan ke ‘lokasi konflik’, dewan pun sudah memanggil jajaran direksi anak perusahaan MNC Grup itu.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan, saat dimintai keterangan terkait kisruh yang terjadi, pihak perusahaan rupanya menyampaikan hal yang berbeda dengan apa yang diutarakan warga beberapa waktu lalu.

Sehingga, ia pun meminta direksi perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo itu untuk dengan ‘gentle’ menghadapi warga.

Jangan lagi tidak datang seperti saat pihaknya mendatangi lokasi warga beberapa hari lalu.

“Kita mau MNC duduk bareng dengan masyarakat. Waktu datang, yang disampaikan mereka itu berbeda (dengan yang disampaikan warga), justru karena berbeda, harusnya mereka hadapi masyarakat,” katanya kepada Metropolitan di ruangannya, akhir pekan lalu.

Saat bertemu direksi MNC, sambung dia, pihak perusahaan tidak menunjukan perizinan-perizinan yang sempat dikeluhkan warga Kampung Ciletuhhilir.

Alhasil, Rudy pun mengakui sudah mengirimkan surat kepada SKPD yang berkaitan dalam mengeluarkan izin proyek yang disebut-sebut Disneyland-nya Indonesia itu.

“Mereka tidak menunjukan itu. Saya juga sudah surati SKPD yang keluarkan izin, saya ingin baca dan kaji dulu. Salah satu yang sudah saya lihat dari DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, red),” tukas politisi Gerindra itu.

Ia menambahkan, dari yang ia baca salah satunya ada poin bahwa izin bisa diproses dengan berbagai prosedur.

Diantaranya, ada poin pihak MNC harus bertemu dengan pihak kuasa hukum dari warga, dalam hal ini posisi jalan tengah terkait lahan masyarakat.

“Itu terbit 2019. Tapi kan sudah dikunci disitu. Baru DPMPTSP yang serahkan, SKPD lain belum. Makanya buat saya agenda mengkonfrontir warga, kuasa hukum dengan MNC Land itu wajib, kalau bisa minggu depan, lebih baik,” papar Rudy.

Sementara itu, Ketua Pemuda RW 06 Desa Watesjaya, Firman menuturkan, meskipun sudah ditinjau langsung oleh DPRD, dinas dan kewilayahan, nyatanya pekerjaan masih terus berlanjut.

Kendaraan besar dan alat berat kini kembali lalu lalang di lahan yang justru tidak ada kegiatan pekerjaan saat dewan melakukan sidak, beberapa waktu lalu.

“Ya lihat saja, kembali jalan. Sekarang malah tambah bising, getarannya makin parah. Sepertinya kedatangan dewan, dinas, nggak bikin mereka gimana gitu. Padahal kan jelas kami belum memberi izin apapun,” tukas Firman.

Saat dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Tim Perencanaan Theme Park MNC Land, Antoni Haposan Simanjuntak enggan menanggapi permintaan DPRD untuk segera bertemu warga dan kuasa hukumnya.

Sambungan telepon dan pesan pendek via WhatssApp yang dilayangkan pewarta hingga pukul 16:00 WIB belum juga direspon.

Sebelumnya, yang bersangkutan selalu memberikan jawaban yang sama kepada pewarta sejak ditanya beberapa hari berurutan.

“Mohon maaf belum bisa komentar dulu,” singkatnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *