Kronologi Guru Pukul Siswa SMA di Bekasi yang Viral

by -

METROPOLITAN – Aksi pemukulan guru berinisial I terhadap muridnya di SMA 12 Kota Bekasi, Jawa Barat mendadak viral di jagad maya. Aksi pemukulan itu terjadi di lapangan SMAN 12 Bekasi pada Selasa 11 Februari 2020.

Diungkapkan Staf Hubungan Masyarakat SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Tri Wahyuni, ketika peristiwa itu terjadi, sekolah sedang ada kegiatan tadarusan pada Selasa 11 Februari 2020. Kegiatan dimulai pukul 7.30 WIB.

Sementara gerbang sekolah ditutup pukul 06.30 WIB. Kemudian, ada siswa dan siswi datang terlambat. “Dan anak-anak sudah tahu kalau dia terlambat,” kata dia, Rabu 12 Februari 2020.

Siswa dan siswi yang terlambat itu dibawa ke tengah-tengah lapangan. Lalu, para siswa itu ditinggalkan begitu saja olehnya. Diakui Tri, merasa kecolongan karena meninggalkan siswa dan siswi tersebut di tengah lapangan.

“Saya kemarin emang kecolongan, anak-anak saya bawa masuk ke lapangan. Pas di lapangan saya pilih, yang putra siapa yang mimpin, yang putri siapa yang mimpin. (Kebetulan red-) saya juga udah ada tamu sama orangtua siswa, saya baru tinggal, balik lagi mau ke ruangan saya sudah terjadi seperti itu,” kata dia.

Biasanya, lanjut dia, anak-anak yang terlambat sekolah hanya diberikan sebuah wejangan dan teguran, mengapa mereka bisa terlambat masuk sekolah.

“Kenapa sih kamu terlambat? Kalau terlambat itu kalian kehilangan dua jam pelajaran. Kadang-kadang kalau ditangani sama guru olahraga ya baris-berbaris di lapangan,” katanya.

Menurut Tri, guru berinisial I itu juga biasa menangani siswa-siswa yang terlambat. Di mana, guru I ini memang membidangi kesiswaan.

“Cuma baru kejadian kemarin aja kebetulan ada anak yang menge-shoot itu, dan ada yang sudah keluar meng-upload itu ke media,” katanya.

Para siswa yang terlambat, menurut Wakil Kepala Bidang Humas SMA 12 Bekasi Irnatiqoh, sempat protes karena pintu akses masuk melalui pintu belakang sekolah ditutup. Hal itu menjadi cikal bakal mengapa anak-anak terlambat masuk sekolah.

“Nah, ada beberapa anak yang merasa tidak adil. “Pak yang lewat belakang pada lolos semua (dari hukuman)”. Ya udah kita coba aksesnya ditutup dan sudah empat hari masa percobaannya,” katanya.

Dia menyadari, untuk masuk ke sekolah kalau melalui akses pintu masuk utama memang cenderung jauh jaraknya ketimbang lewat pintu belakang. Kekesalan guru I, kata Tri, mungking karena juga melihat siswa-sisiwa itu berleha-leha, padahal terlambat masuk ke sekolah.

Loading...