Mengintip Rumah Buronan KPK Eks Sekretaris MA Nurhadi, Megah Banget!

by -

METROPOLITAN – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi Rp 46 miliar. Nurhadi dan mantunya, Rezky, jadi buron karena tidak pernah hadir kala dipanggil KPK. Di manakah Nurhadi? ┬ámencoba mendatangi rumah Nurhadi di Hang Lekir, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2020). Rumahnya memanjang dari Jalan Hang Lekir V hingga Jalan Hang Lekir VIII.

Nomor rumah di Jalan Hang Lekir V adalah Nomor 6, sedangkan di Jalan Hang Lekir VIII adalah Nomor 2. Sepanjang rumah itu ditutup pagar berwarna hijau setinggi 2 meter. Rumah ditingkat dua lantai dan memanjang.

Berapa harganya? Menurut situs jual-beli properti, rumah di kawasan itu umumnya dijual di atas Rp 20 miliar. Ke Senayan City, cukup jalan kaki 5 menit.

Tepat pukul 09.49 WIB, dua penjaga rumah membuka gerbang rumah. Secepat kilat, sebuah mobil Toyota Fortuner nopol B-234-PMJ keluar dari garasi. Wus!!! Penjaga rumah langsung buru-buru menutup pintu gerbang.

Sayup-sayup terdengar suara orang bercakap-cakap dari dalam rumah. Ada juga suara musik terdengar.

Berdasarkan LHKPN Nurhadi, ada 4 mobil mewah terparkir di garasi rumahnya. Yaitu Jaguar, MINI Cooper, Lexus, dan Camry. Dalam LHKPN itu, Nurhadi juga menyebut hartanya berasal dari giro dan setara kas lainnya yang mencapai Rp 10,7 miliar. Jadi total harta kekayaan yang dimilikinya mencapai Rp 33,4 miliar.

Pada Desember 2019, Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ‘mafia pengadilan’ dengan nilai suap-gratifikasi senilai Rp 46 miliar. Dalam kasus ini, keluarga Nurhadi kompak tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Yaitu Nurhadi, Tin, anaknya (Amalia), dan mantunya (Rezky). Akhirnya, Nurhadi dan Rezky dinyatakan buron oleh KPK.

Sebelumnya, kuasa hukum Nurhadi, Maqdir Ismail, keberatan atas status DPO kliennya. Maqdir menilai KPK terlalu gegabah.

“Pak Nurhadi ada di Jakarta,” kata Maqdir Ismail.

Merasa gerah atas kondisi di atas, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar sayembara berhadiah iPhone 11 bagi yang bisa menginformasikan keberadaan Nurhadi.

“Ada yang memberikan informasi, ‘Selamat malam, maaf mengganggu, saya membaca informasi terkait pencarian Nurhadi sebagai DPO KPK. Mohon izin sekiranya saya ingin membantu, coba dicari orang tersebut di daerah Yogyakarta.’ Disampaikan lewat WhatsApp,” kata Ketua MAKI, Boyamin Saiman, saat berbincang dengan ┬áSelasa (20/2).Antusiasme masyarakat ini tidak hanya diikuti masyarakat biasa.

Paranormal pun siap membantu pencarian Nurhadi.

“Sayembara ini menjadi bermanfaat dikarenakan banyak orang yang bersedia kontak dengan minta jaminan dilindungi identitasnya,” ujar Boyamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *