Nyawa Siswa SD Terancam Usai Longsor, Bupati Bogor Minta Disdik Turun ke Lokasi

by -

METROPOLITAN.id – Longsornya tembok pembatas SDN Cikeas 02, Sukaraja membuat siswa was-was.

Belum adanya penanganan mengacam keselamatan nyawa para murid yang sehari-hari menggunakan ruang kelas yang bersebelahan langsung dengan area longsor.

Jarak antara longsoran dengan tiga ruang kelas, ruang perpustakaan dan operator hanya sekitar satu meter.

Kabar longsornya area di sekitar SDN Cikeas 02 rupanya sudah sampai ke telinga Bupati Bogor Ade Yasin.

Politisi PPP ini menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) melalui kepala dan jajaranny untuk segera turun ke lapangan melihat kondisi longsor.

“Kadisdik saya tugaskan untuk turun ke lapangan,” tegas Ade Yasin.

Selanjutnya, ia menunggu hasil laporan dan tinjauan langsung dari lapangan untung mengambil langkah selanjutnya.
Termasuk pengajuan yang nantinya akan disampaikan pihak sekolah untuk dibangunkan turap darurat.

“Nanti ada laporan hasil peninjauan dari lapangan,” tandasnya.

Usai longsor terjadi di area SDN Cikeas 02, Desa Cadasngampar, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Jumat (7/2) lalu, para murid masih merasa was-was.

Musababnya, area longsor yang mengancam tiga ruang kelas, perpustakaan dan ruang operator itu tak kunjung diperbaiki.

Saat METROPOLITAN.id mengunjungi lokasi longsor pada Kamis, (13/2), bekas longsoran dengan bangunan terdekat hanya diberi pembatas berupa bambu seadanya. Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan siswa.

Salah seorang guru SDN Cikeas 02, Iyan Maulana menceritakan, tebing batas yang bersebelahan dengan sungai irigasi itu longsor pada Jumat (7/2) sekitar pukul 17:30 WIB.

Beruntung, saat itu kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Murid dan guru sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Ada laporan dari penjaga sekolah. Sabtunya langsung dikasih batas seadanya. Lalu laporan ke kantor kecamatan,” kata Iyan.

Setelah itu, pada Senin (10/2), pihak kecamatan mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan. Namun saat itu belum ada kepastian untuk penanganan longsor tersebut.

Sedangkan laporan ke Dinas Pendidikan (Disdik), sudah dilakukan oleh kepala sekolah.

“Kita kan khawatir. Sekolah tetap jalan, tahun ajaran masih maju. Kalau dibiarkan terus ya bahaya. Jaraknya hanya satu meter dengan bangunan terdekat dengan longsoran, yaitu tiga ruang kelas, perpustakaan dan ruang operator,” ungkapnya.

Tiga ruang kelas yang bersebelahan dengan longsoran digunakan sekitar 90 dari kelas V dan kelas VIA-VIB. Jumlah itu belum termasuk guru dan staf yang bekerja di ruang perpustakaan dan ruang operator.

“Sampai sekarang KBM masih jalan, walaupun anak-anak mulai laporan takut kalau lihat ke belakang. Mudah-mudahan segera ada tindakan, bangun turap atau penanganan sementara dulu lah biar kami nggak khawatir. Kan cuma satu meter jaraknya dengan ruang kelas,” harap Iyan.

Sejauh ini, kata dia, belum ada upaya untuk evakuasi para siswa di tiga kelas tersebut. Sebab, dari 12 kelas yang ada, semua sudah terisi.

Namun jika cuaca hujan, pihak sekolah mau tak mau mengupayakan pemindahan atau evakuasi KBM sementara.

“Supaya aman. Kalau masih disitu, lalu tiba-tiba longsor lagi, gimana?” jelasnnya. (ryn/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *