Pasca Banjir, Kota Depok Dihantui DBD

by -

METROPOLITAN – Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Depok, Jawa Barat mulai menyerang warga setelah banjir berlalu. Kota Depok mulai dihantui wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai menyerang warganya pasca banjir. Anna, salah seorang warga di RW 01, Rangkapanjaya Baru, Pancoran Mas mengatakan untuk Februari ini saja sudah ada dua balita yang terkena DBD.

“Ada dua balita di lingkungan ini yang terkena DBD. Kalau untuk keseluruhan RW01 saya belum tahu,” kata Anna.

Sebagai kader lingkungan, Anna mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap jentik nyamuk di wilayahnya. Anna pun berharap cukup dua orang saja yang terkena DBD, jangan sampai menyebar lagi ke warga lainnya. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mencatat sebanyak 172 kasus DBD terjadi di Kota Belimbing itu.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan data tersebut di dapat dari rumah sakit yang menangani pasien DBD. Banjir di awal 2020 lalu pun dikatakan Nova sebagai salah satu penyebab muculnya wabah DBD di kota pimpinan Mohammad Idris ini.

“Banyak sampah berserakan nggak dibersihkan jadi itu menampung air hujan, jadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk,” tutur Nova.

Sayangnya, tak hanya DBD yang kini tengah meneror warga Depok, Chikungunya juga masuk dalam penyakit yang kini menjangkiti beberapa warga Depok.

“Ada juga kemarin baru masuk kasus Chikungunya, cuman belum selesai di data,” paparnya.

Untuk pencegahan, Nova mengatakan Chikungunya mirip dengan DBD yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan. Jika nantinya ditemukan jentik nyamuk, Nova mengaku pihaknya akan menganjurkan untuk dilakukannya fogging dan kerja bakti.

“Kalau ada temuan jentik nyamuk, segera laporkan biar petugas puskesmas terdekat memeriksa ke lokasi. Untuk mengidentifikasi apakah itu titik penyebaran awal atau bukan,” tandasnya. (wk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *