PD Pasar Tohaga Bangun Pasar Rakyat Parungpanjang

by -
SOSIALISASI: PD Pasar Tohaga menggelar sosialisasi pembangunan Pasar Rakyat Parungpanjang, kemarin. Pembangunan ini sempat mendapat penolakan dari sejumlah pedagang.

METROPOLITAN – PD Pasar Tohaga kembali menggelar sosialisasi pembangunan Pasar Rakyat Parungpanjang. Bekerja sama dengan PT Cipta Bayu Utama sebagai investor sekaligus developer. Pasar perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Tangerang Selatan tersebut memiliki luas tanah 16.038 m2 dan memiliki pedagang tak kurang dari 1.600.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan, revitalisasi Pasar Parungpanjang mutlak dilakukan mengingat Hak Guna Bangunan (HGB) sudah habis sejak 2017. Selain itu, kondisi pasar yang sudah tidak representatif mengharuskan dilakukannya revitalisasi.

“Ini juga merupakan amanat pemerintah daerah dan bupati sebagai pimpinan daerah karena masuk dalam karsa Bogor Maju dan Bogor Membangun, dimana pembangunan harus dilaksanakan di semua sektor. Saat ini sudah dalam proses pemindahan pedagang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS),” katanya.

Asisten Pembangunan Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo, menambahkan, pembangunan Pasar Rakyat Parungpanjang merupakan ikhtiar pemerintah daerah untuk mengubah peruntungan masyarakat.

“Dengan dibangunnya pasar dan segala fasilitasnya, kami harapkan semua semakin membaik, dan saya juga akan laporkan hasil sosialisasi ini kepada bupati Bogor sebagai pimpinan, “ujar Joko.

Hal senada dikatakan Camat Parungpanjang, Edi Mulyadi. Menurut dia, saat ini Pasar Parungpanjang tidak hanya dikunjungi masyarakat Kabupaten Bogor, namun juga dari masyarakat Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Lebih baik jika pasarnya lebih bagus secara fisik,” katanya.

Sementara itu, pembangunan pasar mendapat penolakan dari Perkumpulan Pedagang Pasar Parungpanjang (P4). Juru bicara P4, Edi Sukarjono mengatakan, kontruksi bangunan saat ini masih cukup layak, namun pihaknya hanya mengingingkan perbaikan atau pembenahan pasar.

“Sekarang, belum saatnya untuk direvitalisasi, karena daya beli kios belum mampu,” katanya.

Menanggapi hal ini, Haris menyebutnya dinamika dalam membangun pasar.

“Hari ini, sosialisasi terkait dengan simpang siur mengenai harga dan ada sebagian pedagang masih menolak, inilah tantangan buat kami. Untuk itu, kita datang kesini, untuk melihat situasi yang ada, “tuturnya.

Haris menambahkan, harga kios per meter ditawarkan ke pedagang Rp18 juta. Namun adanya aspirasi pedagang, haragnya menjadi Rp15 juta per meter satu kios.

“Sebetulnya revitalisasi ini, momentum untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang sekarang seperti, banjir, sampah menumpuk, dan lahan parkir. Nanti semuanya, akan ada pengelolaan dengan baik,” pungkasnya. (sir/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *