Pembangunan Rumah Tuhan Ngga Boleh Gagal ‘Lagi’

by -
DIBANGUN: Pembangunan Masjid Agung di Cibogo, Kota Bogor, belum juga selesai. Kini pembangunan masjid siap dilanjutkan.

METROPOLITAN – Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor, dalam waktu dekat ini akan dilanjutkan kembali. Setelah mangkrak selama kurang lebih satu tahun, karena adanya permasalahan dalam perencanaan, akhirnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan rekomendasinya.

Berdasarkan hasil rekomendasi itu, Pemerintah Kota Bogor diharuskan mengganti rencana pembangunan atap yang dinilai terlalu berbahaya kalau diteruskan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Bagus Maulana, mengatakan, Pemkot Bogor harus sesegera mungkin menjalankan rekomendasi tersebut, agar rumah tuhan itu bisa segera terbangun.

Ia menilai, kebutuhan umat harus dijadikan alasan utama pemkot dalam membangun rumah ibadah bagi umat islam di Kota Bogor tersebut. Sebab, selama ini jemaah Masjid Agung terlantar karena tidak memiliki tempat untuk beribadah.

“Kalau masalah masjid agung, yang pertama kita harus perhatikan sisi keuamatan, dimana umat jemaah masjid yang sudah bingung mencari lokasi beribadah itu harus jadi perhatian pemerintah,” kata Bagus.

Lalu, terkait kendala pendanaan yang diperkirakan kurang, walaupun Pemkot Bogor sudah menyiapkan Rp15 miliar, sambung Bagus, seharusnya Pemkot bisa mencari sumber dana lain. Contohnya melalui dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bogor.

“Kalau berkaitan dengan penganggaran kan bisa dicari alternatif lain, misalnya dengan CSR, jadi tidak harus jadi persoalan metode penganggaran harus saling terintegrasi dari tahun ke tahun, dengan upaya lain. Kalau terpaku dengan APBD juga terhambat kan,” jelasnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Edy Darmawansyah mengaku sudah gerah dengan proses pembangunan Masjid Agung. Dimana setiap tahunnya ada saja masalah yang terjadi dalam proses pembangnunannya.

Bahkan ia mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Bogor. Dari gagalnya perencanaan Masjid Agung 2018, menurut politis PKB ini yang harus diperhatikan itu adalah Dinas PUPR dan Bappeda Kota Bogor.

“Ini kan masalah ada di perencanaan. Masa bangun masjid saja tidak bisa, kasian lah para jemaah masjid yang sudah menanti sejak 2016,” kata Edy.

Dengan sudah dikeluarkannya rekomendasi dari Kementerian PUPR, Edy mengaku akan memanggil Dinas PUPR dan akan memantau langsung proses pembangunan dan perencanaan masjid yang rencananya akan diintegrasikan dengan Alun-alun Dewi Sartika.

“Ya akan kita pantau langsung proses pengerjaannya. Tidak boleh ada kata molor lagi atau gagal,” tegasnya.

Sebelumnya, Hasil rekomendasi konstruksi pembanganunan rumah tuhan Masjid Agung Kota Bogor, yang selama ini dinanti oleh Pemerintah Kota Bogor, akhirnya dikeluarkan oleh Puslitbang Perumahan dan Pemukiman Kementerian PUPR.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim menungkapkan kalau hasil rekomendasi tersebut berisikan anjuran kepada Pemkot Bogor untuk merubah desain atap bangunan yang dinilai tidak mampu menopang beban, jika mengikuti DED awal.

“Pembangunan dapat diteruskan, tapi kami harus merubah desain atapnya. Kami harus membuat struktur baru yang diharapkan tidak membebani struktur sekarang ini,” ungkap Dedie.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menerangkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan bahan lelang untuk kosnultan pembangunan.

Kendati demikian, ia sendiri mengakui kalau dalam proses pembangunan ini memang mendapatkan atensi penuh dari Walikota Bogor agar tidak terjadi kesalahan perencanaan lagi.

“Harus selesai. Jangan sampai terjadi seperrti yang lalu lagi, karena ini masuk ke proyek strategis,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *