Pembangunan Tol Biang Kerok Banjir Tangerang

by -

METROPOLITAN – Banjir di wilayah Benda, menurut Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin merupakan dampak dari pembangunan jalan tol Kunciran Cengkareng (JKC) yang mengakibatkan saluran air di RW 01, 03, 04, dan 08 menjadi tersumbat sehingga terjadi banjir.

“Saluran air tertutup dan terhalang sisa-sisa proyek sehingga air tidak bisa mengalir,” ucap Sachrudin.

Rakor yang dihadiri seluruh lurah se-Kecamatan Benda, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), Dinas PUPR dan Bappeda Kota Tangerang tersebut, membahas persoalan terkait sejumlah dampak pembangunan jalan tol yang salah satunya mengakibatkan banjir di beberapa titik wilayah Benda.

Oleh karenanya, Pemkot meminta pihak pengembang Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dalam hal ini PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), untuk melakukan perbaikan.

“Saluran-saluran yang kemarin tersumbat selama konstruksi akan disodetkan sementara hingga saluran permanen dibuat,” jelas Sachrudin.

Dia melanjutkan, Pemkot Tangerang sudah menerjunkan pompa air mobile saat banjir terjadi. Oleh sebab itu, Pemkot Tangerang meminta tindak lanjut dari JKC untuk mengatasi masalah yang terjadi. Warga juga meminta pihak JKC mengganti lampu penerangan jalan yang terpaksa diputus oleh pengembang karena dinilai menghalangi jalannya proyek.

Selain itu, masyarakat Benda juga meminta di Jalan Gelora dibuatkan box culvert agar warga tetap bisa hilir mudik menjalankan aktivitasnya, apalagi jalan itu menjadi akses menuju sekolah, masjid, pesantren dan dilintasi tiga kelurahan yaitu Belendung, Jurumudi dan Pajang.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng, Agus Suharjanto, berjanji pihaknya siap untuk menyelesaikan hal-hal yang dirasa menimbulkan permasalahan di masyarakat yang tinggal di sekitar proyek.

“Demi kebaikan masyarakat dan suksesnya pembangunan nasional,” ucap Agus. Dirinya mengaku, JKC akan terbuka dengan pemkot untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam proses pembangunan dan segera menindaklanjutinya.

“Kami siap untuk berkoordinasi dengan pemkot untuk mencari solusi terbaik, semua sudah ditampung segera kita cek dan tindak lanjut,” lanjut dia.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Banten melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah lokasi terdampak banjir yang ada di wilayah Periuk Damai untuk mencegah timbulnya bibit penyakit yang timbul pasca-bencana.

“Penyemprotan yang dilakukan di Kecamatan Periuk ini adalah upaya antisipasi penyebaran penyakit di wilayah yang sebelumnya tergenang air dan lumpur serta material sampah yang terbawa banjir agar bibit penyakit yang dapat mengancam kesehatan lingkungan bisa dicegah,” Kabiro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan.

Penyemprotan desinfektan dilakukan oleh personel PMI dengan peralatan dan pakaian khusus untuk melindungi dirinya. Menurutnya, cairan desinfektan sangat efektif dan reaksinya cepat untuk membunuh semua mikroorganisme, seperti virus, bakteri dan jamur.

Selain itu cairan ini memiliki aksi residual yang lama dan dipengaruhi oleh bahan organik, tidak beracun dan iritasi terhadap kulit maupun mata serta tidak korosif. Aksi ini dilakukan juga untuk mengantisipasi potensi risiko yang kemungkinan terjadi dan dampak pascabanjir seperti penyebaran penyakit diare, leptospirosis, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan lain-lain. (val/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *