Pemkot Matangkan Proyek R3

by -
REKAYASA: Pemkot Bogor bakal melakukan perubahan rekayasa lalu lintas di jalur R3, tepatnya di kawasan Jembatan Ceger.

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana kelanjutan proyek jalan Regional Ring Road (R3), yang ditargetkan jalan yang diproteksi mengurai kemacetan di kawasan Tajur, Kota Bogor menyambung hingga kawasan Wangun.

Pemerintah menargetkan 4,2 km untuk lahan yang bakal dibebaskan nantinya.

Teranyar, Pemkot Bogor juga bakal melakukan perubahan rekayasa lalu lintas (Lalin) di jalur R3, tepatnya di kawasan Jembatan Ceger atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta.

“Secara teknis itu akan difinalisai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), nanti ada rekayasa Lalin di Jembatan Cinta, Kampung Sawah dan nanti kedepan ada pembukaan 42.5,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada Metropolitan.

Rekayasa Lalin perlu dilakukan, kata dia, untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut ketika hendak menuju Perumahan Bogor Raya atau keluar dari perumahan, nantinya Pemkot Bogor bakal membangun jalan di sisi kanan jembatan akses menuju perumahan.

Kepala PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menjelaskan, selama ini kendaraan dari jalan Padi menuju Ahmad Syam atau Adnan Wijaya hanya ada satu akses jalan saja.

“Biar nanti tidak crowded. Nanti kita siapkan dulu FS, kajian lingkungan, kajian Lalin dan DED-nya,” paparnya.

Kajiannya menurut Chusnul bakal dilakukan tahun ini dan diharapkan bisa dianggaran untuk pembebasan lahannya.

Disisi lain, Ia menambahkan anggaran yang diperlukan untuk menambah jalan R3 saat ini masih dalam kajian, karena berdasarkan appraisal yang pernah dilakukan sebelumnya sekitar Rp120 miliar.

Untuk itu, diperlukan penyesuaian kembali oleh tim appraisal.

Untuk itu, Ditahun ini PUPR mengajukan anggaran pembebasan lahan agar pembangunan bisa dilakukan pada 2021.

“Sekarang harus kita hitung ulang lagi, kemungkinan akan bertambah. Kita belum tahu, karena yang mengestimasi harga kan belum ada, ini kan harus lihat nilai zona tanah, harga pasar, dan NJOP,” ucapnya.

Pemkot Bogor harus lebih berhati-hati dan belajar pada proses pembebasan sebelumnya, agar tak mendapatkan penolakan dari warga.

“Kita akan ikuti regulasi yang jelas, agar tidak ada permasalahan. Hasil appraisal nantinya untuk landasan kita membebasankan lahan,” tambahnya.

Chusnul menegaskan, Pemkot Bogor saat ini fokus pada pembebasan lahan R3. Karena desain juga belum ada.

“Nantinya proyek lanjutan R3 itu akan kita ajukan ke kementerian PU atau provinsi, dan yang pasti disitu akan memakan biaya besar,” tukasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *