Pentolan King of The King jadi Tersangka

by -
PENETAPAN TERSANGKA: Polisi resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus kerajaan fiktif King of The King

METROPOLITAN – TANGERANG Porles Metro Tangerang Kota menetapkan tiga tersangka dalam kasus kerajaan fiktif ” King of The King” di Kota Tangerang.

“Kita menetapkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan telah mengamankan tiga orang tersangka,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto saat ditemui di Kapolres Metro Tangerang Kota, Jumat (31/1/2020).

Sugeng mengatakan, ketiga tersangka berinisial MSN alias N, pimpinan wilayah King of The King Indonesia Mercusuar Dunia (IMD).

Dua tersangka lainnya, yakni F alias D dan P. Keduanya adalah pemasangan spanduk di wilayah Kota Tangerang. Sugeng mengatakan, ketiganya untuk saat ini dijerat dengan Pasal 14 dan 15 KUHP tentang pemberitaan bohong.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan barang bukti. Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah nantinya.

Kepolisian di daerah lain juga tengah mengusut tindak pidana yang dilakukan kelompok

“King of The King”.

Polresta Kutai Timur mengungkapkan ada 93 orang di Kalimantan Timur menjadi korban penipuan kerajaan King of The King. Dari sejumlah korban itu, petinggi kerajaan abal-abal itu berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 50 juta.

Para korban diminta membayarkan uang pendaftaran sebesar Rp 1,7 juta. Setelah biaya pendaftaran dibayarkan, petinggi King of The King menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp 3 miliar. Namun, hingga saat ini uang itu tak diberikan seperti yang dijanjikan.

Terkait dugaan penipuan ini, polisi menetapkan dua petinggi King of The King di Kalimantan Timur sebagai tersangka. Mereka adalah Buntoha (45) sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) Kaltim dan Zakaria (54) sebagai Koordinator Kaltim.

Kapolsek Cidahu AKP Afrizal  mengaku sudah satu bulan terakhir memantau aktivitas di kediaman Leader King Of The King asal Kampung Babakanpari RT 06/02 Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Herzanto.

Afrizal mengatakan tak segan menindak tegas jika ada bukti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Herzanto. Hal itu disampaikan usai Afrizal bersama Muspika Cidahu mendatangi kediaman Herzanto, Jumat (31/1/2020). Polisi juga masih memeriksa berkas-berkas, terutama dua sertifikat berbahan kulit bernama 42 dan 45 yang salah satunya digunakan untuk Presiden Joko Widodo. 

“Saya bersama Muspika Cidahu ke lokasi tentunya ingin tahu sejauh mana keterangan dari King Of The King itu dan menangkap semua yang ada disitu,” ujarnya.

Selama ini, kata Afrizal, tidak ada kegiatan yang mencurigakan di di rumah Herzanto. Dan hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang dirugikan. Sementara untuk pemungutan uang untuk masuk sebagai anggota King Of The King, sampai saat ini belum nampak.

“Saya masih melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut. Mungkin kalau ada yang melanggar, kepolisian akan melakukan penindakan. Tidak nampak pungutan sejumlah uang kepada salah satu anggota itu yang isinya semuanya itu keluarga,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut pula, Leader King Of The King, Moch Herzanto mengeluarkan semua berkas dan sertifikat kelompoknya itu ke hadapan Muspika untuk meyakinkan. Namun, Afrizal menegaskan semua itu bohong dan dapat dimanipulasi. “Semua benda itu merupakan halusinasi, bukan merupakan barang-barang berharga. Bisa saja barang buatan,” tandas Afrizal.

Terpisah, Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Paur Humas Ipda Aah Saepul Rohman masih menunggu hasil interogasi yang dilakukan aparat Polsek Cidahu. Pihaknya juga masih menelusuri manakala ada korban dari aktivitas King Of The King yang dijalankan Herzanto.

Nanti kita lihat hasil dari penyelidikan yang sementara didalami oleh Polsek Cidahu. Kalau memang dari hasil pengembangan penyelidikan ada indikasi mengarah pada alat yang digunakan merugikan masyarakat, pasti akan kita periksa,” singkat Aah. (de/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *