Polres Jaktim bakal Selidiki Dugaan Pungli PTSL di Ciracas

by -

FOTO :Ilustrasi

METROPOLITAN.ID – Dugaan adanya Pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan sertifikat melalui program Pemetaan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Kotamadya Jakarta Timur dengan jumlah bidang tanah yang diajukan kurang lebih 4.172 bidang.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo melalui telepon selulernya mengatakan, akan segera mendalami dugaa perkara ini. “Nanti akan kita cek ya kalau ada indikasi pungli ya kita proses,” singkatnya.

Di waktu yang berbeda Ketua Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan DKI Jakarta Nano Suyatno mengenai Dana hibah dan adanya dan dugaan pungli. Menurutnga dana hibah sendiri diperuntukkan untuk proses pengurusan program PTSL.

“Proses pengurusan melalui dana hibah dengan jumlah perbidangnya Rp150 ribu. Pengelolaannya dikelola Pokmas dan mengenai pengaturan pengelolaannya untuk lebih jelas tanyakan kepada Ketua LMK Kelurahan,” imbuhnya.

Ketua FK LMK DKI Jakarta ini juga menambahkan, terkait dugaan pungli dana Rl1,5 juta perbidang disepakati bersama pengurus LMK Kelurahan Ciracas. “Di RW 6 , menurut laporan para RT se – RW 6 ada 13 RT minus RT 8 yang belum memberikan informasi yang terdaftar PTSL. Di RW 6 ada kurang lebih 180 bidang. Mengenai soal pungutan menurut informasi dari para RT sudah bayar kurang lebih 120 bidang minus RT 8. Ketua RT 11dan RW 6 , menurut dia sudah setor Rp30 juta, Ketua RT 13 sudah setor Rp20 juta , suratnya belum selesai. Mereka gelisah karena menurut informasi program PTSL sampai April. Takut tidak jadi ,uang sudah masuk,” bebernya.

Terpisah Ketua Panitia Tim 1 PTSL ATR/BPN Kotamadya Jakarta Timur Nuzul menjelaskan, pihak BPN Tidak Pernah memunggut biaya apapun pada kemasyarakat. “Intinya bahwa terkait berita-berita yg beredar itu tidak benar adanya perihal BPN, biarkan kita di sini bisa kerja tenang menuntaskan program stategis nasional dengan baik,” ingkatnya melalui sambungan telepon seluler.

Sebelumnya, menanggapi tudingan itu Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Ciracas Wawang Sukarwan melalui telepon membantah tudingan tersebut. Dirinya mengaku dana tersebut sudah digunakan semestinya.”Itu semua adalah jerih kita sebagai membantu PTSL,” ungkapnya.

Wawang juga menambahkan terkait tudingan bagi-bagi dana hibah sebesar kurang lebih Rp624 juta ke beberapa instansi hanya sekedar tulisan. “Itu oret-oretan (coret-coretan,red) kita yang tidak jelas dan itu privasi kami. Juga soal pungutan Rp1,5 juta perbidang itu tidak ada,” ketusnya.

Sementara itu, Plt Camat Ciracas Mamad ketika dikonfirmasi memaparkan, jika benar tindakan yang dilakukan oknum tersebut sangat disayangkan. “Tega sekali yang nulis ada kecamatan dicoret-coretan tersebut, kecamatan termasuk yang dapat. Cek juga ke BPN itu biaya apa, pungli apa resmi dari BPN, mungkin aja biaya operasional. Point 4 ada disebutkan ada biaya, itu biaya apa ya,” pungkasnya.( nto/suf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *