Ponpes Kok Jadi Kandang Sapi

by -

METROPOLITAN – JONGGOL  Pondok Pesantren (Ponpes) Kartini Soko Tunggal di Kampung Jatinunggal, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol ternyata diisi puluhan ekor sapi. Hal itu membuat warga di sekitar ponpes merasa heran terkait keberadaan lembaga tersebut.

Apalagi, warga melihat tidak ada aktivitas keagamaan yang terkait dengan pendidikan para santri sama sekali. Bahkan, tak ada satupun santri yang hilir mudik keluar untuk sekadar membeli kebutuhan sehari-hari.

“Itu kandang sapi tidak ada aktivitas santrinya karena memang bukan ponpes. Aneh tapi ya itu papan namanya ponpes tapi isinya kandang sapi yang jika kita melintas bau dari ternak sapinya sangat mengganggu,” kata warga Desa Sukasirna, Imran kepada Metropolitan, kemarin.

Terkait hal itu, Kepala Desa Desa Sukasirna, Iwan Setiawan membenarkan jika di lokasi tersebut tidak aktivitas yang melibatkan para santri yang menuntut ilmu. Ia bahkan menegaskan jika kandang sapi itu sudah ada sejak 2006 dimana yang mengeluarkan izin adalah kepala desa sebelum dirinya.

“Sejarahnya dulu adalah babinmas kami yang memiliki tanah di lokasi itu, yang saat ini sudah pensiun. Lahan itu dimiliki petinggi Polda Jabar, makanya sampai saya jadi kades tidak bisa melakukan apapun,” katanya.


Menurutnya, keberadaan peternakan tersebut sudah sejak 2006, namun pemasangan papan pesantren dilakukan pada 2010. Selama itu pula di lokasi tersebut tidak ada aktivitas terkait pendidikan yang biasa dilakukan di pesantren hanya ada peternakan sapi.

“Setiap tahun selama saya menjadi kades selalu saya laporkan kepada pihak kecamatan khususnya kasie Pemerintahan. Pihak desa pun pernah menegur untuk mencabut papan nama pondok pesantren tersebut namun tidak diindahkan oleh pengelola yang notabene bukan orang sini dan desa tidak tahu,” kata Iwan.

Ia mengatakan pihak pengelola selalu menolak jika diminta untuk mencabut papan nama pondok pesantren dilokasi itu. Karena di lokasi tersebut memang tidak ada ponpes dan yang ada hanya kandang sapi.

“Kalau disuruh cabut atau menurunkan papan nama pesantren jawabannya selalu sudah kordinasi dengan petinggi Polda Jabar,” ujarnya. (zis/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *