Prabowo Menteri Terbaik, Ini Ulasan Fahri Hamzah: Kan Capres Nomor 2

by -

METROPOLITAN – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah angkat bicara terkait penobatan Prabowo Subianto sebagai menteri terbaik Kabinet Indonesia Maju.

Dalam hasil survei Indo Barometer disebutkan, Prabowo dinilai sebagai menteri dengan kinerja terbaik.

Menurutnya, hasil survei yang menempatkan Ketua Umum Partai Gerindra sebagai yang terbaik itu adalah sebuah kewajaran.

Selain Ketum Gerindra, Prabowo juga mantan capres di pilpres lalu yang menjadikannya rival utama Jokowi.

Status mantan capres itu pula yang menjadikan Prabowo mendapatkan keuntungan popularitas tinggi.

“Ya karena survei capres pun Prabowo nomor dua. Jadi wajar kalau survei menterinya nomor satu,” kata Fahri Hamzah di kawasan GBK, Jakarta, Senin (17/2).

Dalam survei Indobarometer yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020, Prabowo menjadi menteri yang dinilai publik paling baik kinerjanya dengan persentase 26,8 persen.

Disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebesar 13,9 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 12,6 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 7,3 persen.

Lalu Mendikbud Nadiem Makarim 5,2 persen, Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono 1,8 persen, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 1,4 persen dan Mendagri Tito Karnavian 1,4 persen.

Prabowo juga menjadi menteri yang paling dikenal publik dengan persentase 18,4 persen.

Mengalahkan Sri Mulyani Indrawati dengan 10,6 persen, Erick Thohir 8,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen dan Nadiem Makarim 5,3 persen.

Selanjutnya Luhut B Panjaitan 5,2 persen dan Tito Karnavian 5 persen.

Kemudian Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko 3,2 persen, Menteri KKP Edhy Prabowo 2,4 persen dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung 2,2 persen.

Alasan responden menempatkan Prabowo sebagai yang terbaik adalah lantaran posisinya sebagai Menteri Pertahanan adalah paling pas dengan latar belakang militer yang dimilikinya.

Prabowo juga dianggap memiliki keahlian, ketegasan dan menguasai permasalahan di bidang pertahanan.

Survei tersebut digelar 9-15 Januari 2020 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan Margin of error kurang lebih 2,83 persen.

Sedangkan tingkat kepercayaan hasil survei ini mencapai 95 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *