PT INKA Bangun Sarpras Trem di Bogor

by -

METROPOLITAN – Wacana Pemerintah Kota Bogor yang akan menambah moda transportasi berbasis rel terus dimatangkan. Teranyar Pemkot Bogor melakukan pertemuan dengan jajaran Direksi PT Industri Kereta Api (INKA) membahas alternatif skema kerjasama pembangunan dan pengoperasian Trem di Kota Bogor.

“Pihak PT INKA (Persero) menawarkan skema investasi untuk koridor satu dengan opsi kerja sama operasional dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah, serta tidak menutup kemungkinan melibatkan juga pihak lain, seperti PT. KAI,” ujar Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Sehingga realasiasi pembagunan trem ini akan ringan terlebih pembiayaan sarana dan prasarana juga ditanggung oleh PT INKA sedangkan Pemkot Bogor akan menata fasilitas penunjang lainnya seperti Transit Oriented Development (TOD) dan membangun sarana lain sebagai penunjang pengoperasian Trem.

“Kita sambut baik keinginan tersebut, apalagi PT. INKA adalah Badan Usaha Milik Negara. Apabila kerja sama ini dapat diteruskan maka Kota Bogor turut mendukung perkembangan industri perkeretaapian dalam negeri,” kata dia.

PT INKA juga akan melakukan kajian di Kota Bogor, khususnya pada koridor satu yakni, Terminal Baranangsiang mengitari Kebun Raya Bogor.

Wacana penambahan moda transportasi baru itu, rupanya membuat wakil rakyat di Kota Bogor bertanya-tanya. Seperti Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang belum pernah diajak berdiskusi secara formal tentang wacana tersebut.

Walaupun ia sudah pernah mendatangi PT INKA, Atang mengaku masih belum mengetahui apa keinginan Pemkot Bogor.

“Kunjungan ke INKA adalah dalam konteks memenuhi undangan PT INKA terkait rencana investasi PT INKA pada moda transportasi berbasis rel. Sedangkan pembahasan resmi dan serius khusus terkait rencana Pemkot Bogor menggunakan transportasi trem belum pernah dilakukan dan belum pernah diagendakan,” terangnya kepada Metropolitan.

Masih kata Atang, seharusnya komunikasi dan pembahasan secara formal antar lembaga yang mengarah pada pembahasan khusus dan serius terkait persetujuan trem harus segera dilakukan.

Untuk memutuskan sebuah program yang sangat strategis dan berpengaruh secara luas terhadap publik, ia berharap ada komunikasi antar pemerintah kota dan DPRD secara intens dan dari awal sampai pada tahap finalisasi keputusan.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan tembusan studi terkait trem, kami juga belum menerima surat undangan pembahasan  atau surat yang meminta DPRD menyikapi masalah trem. Memutuskan sebuah program yang berimplikasi besar terhadap anggaran negara yang sangat besar tentu tidak boleh dilakukan secara sembarangan,” pungkasnya.(dil/b/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *