Selamatkan Puluhan Siswa, Dapat Penghargaan dari Bupati

by -
HARU: Sudarwanto menerima penghargaan dari Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, usai menolong puluhan siswa yang hanyut di Sungai Sempor.

MEROPOLITAN – Di balik insiden hanyutnya ratusan siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Jumat (21/2) lalu, terdapat sosok yang berhasil menyelamatkan puluhan peserta susur sungai di saat awal-awal banjir menerjang.

Dialah Sudarwanto, seorang pemancing warga Dusun Kembangarum 13, RT 05/26, Donokerto, Turi, Sleman.

Entah apa yang terjadi pada puluhan murid peserta susur sungai jika Sudarwanto alias Kodir tidak akan memancing di Sungai Sempor kala itu. Kodir yang pada pukul 15:00 WIB hendak mencari ikan, tiba-tiba mendengar teriakan puluhan siswa di pinggir sungai.

Ia pun bergegas menuruni tebing yang cukup terjal menuju sungai. Tak disangka, ada banyak siswa mengenakan seragam pramuka hanyut dan berpegangan pada batu-batu di tengah sungai.

Mereka panik dan menangis berteriak meminta tolong. Tak hanya itu, ada beberapa siswa di pinggir sungai terlihat lemas dan butuh bantuan.

Saat melihat para siswa yang lemas di sisi selatan, Kodir langsung lari dan melompati sungai untuk menyelamatkan mereka. Ia mengaku hapal karakteristik Sungai Sempor karena sejak kecil ia sering memancing di lokasi tersebut, bahkan tetangganya menyebut ia sebagai penunggu Sungai Sempor.

Saat kejadian, arus sungai cukup deras dan hujan turun di lokasi. Kodir menyebut kedalaman sungai di lokasi sekitar 1 meter sampai 1,5 meter. Setelah berhasil mencapi lokasi siswa, ia pun menggendong dan menyeberangkan para siswa,

“Saya renang ya berat karena arusnya deras. Satu-satu saya gendong terus bawa ke pinggir,” katanya.

Setelah mengevakusi siswa di selatan, Kodir beralih ke bagian utara. Ia kembali berenang menolong anak-anak yang terjebak di tengah sungai. Kodir lima kali berpindah titik untuk menyelamatkan puluhan siswa.

“Ada lima titik. Saya menolong anak-anak di titik ini terus pindah titik menolong lagi,” ucap dia.

Kodir setidaknya menolong puluhan siswa SMP Negeri 1 Turi yang hanyut terkena banjir saat susur Sungai Sempor.

“Saya tidak menghitung pokoknya menolong, 10 anak lebih,” imbuhnya. Kodir tak sendiri. Ia dibantu adiknya dan warga sekitar untuk menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi yang terhanyut di Sungai Sempor.

Pria yang sehari-hari sebagai petani ini mengaku spontan melompat ke sungai bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku sudah mengenal karakteritik Sungai Sempor karena ia sering memancing di lokasi itu sejak kecil.

“Dari kecil saya main di sungai, mancing. Jadi saya tahu kedalamannya berapa, arusnya seperti apa,” ungkap dia.

Ia berjibaku menyelamatkan para siswa selama 2,5 jam mulai jam 15:00 WIB hingga 17:30 WIB. “Dari jam 3 sore lebih, sampai jam setengah enam sore saya baru selesai,” jelasnya.

Kodir juga tidak merasa ragu melompat karena ia melihat anak-anak membutuhkan pertolongan. Kodir mengaku senang bisa menyelamatkan puluhan anak. Namun ia juga sedih karena tidak semua anak bisa diselamatkan.

“Ya senang bisa menyelamatkan, tapi ya ada rasa sedih karena ada yang tidak selamat,” tandasnya.

Atas keberaniannya, Kodir pun mendapatkan penghargaan dari Bupati Sleman yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, kemarin.

Hari sebelumnya, ia juga mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Semua berkat upaya tulusnya menolong siswa-siswi hanyut.(rj/kom/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *