Sisihkan Uang Hadiah untuk Umrahkan Orang Tua

by -
JAWARA: Aby Ramadhan (kanan) saat menerima hadiah juara pertama turnamen MPL Piala Presiden Esports 2020.

METROPOLITAN – Hiduplah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Peribahasa itu nampaknya tepat menggambarkan kehidupan Aby Ramadhan. Meski sukses menjadi juara dalam turnamen Mobile Premiere League (MPL) di Piala Presiden Esports 2020, ia nyatanya tidak tinggi hati.

Pelajar SMPN 71 Jakarta Pusat itu berlaku dan bersikap biasa saja, seolah tak merasa sebagai peraih prestasi tertinggi perhelatan esports bertaraf Internasional. Padahal, Aby menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang berhasil juara, dimana peserta Vietnam menguasai dua gimlainnya.

Datang dari keluarga kurang mampu, Aby tumbuh berkembang di daerah pemukiman padat di Rawamangun. Sang ayah, Teddy adalah penjual mie ayam dan ibunya, Neneng bekerja serabutan di rumah makan Padang.

Mereka tinggal di rumah petak berlantai dua dengan kamar terbatas dan dihuni tiga keluarga berjumlah 12 orang.

Kedua orang tuanya tidak menyangka, bungsu kelahiran 18 Oktober 2004 ini bisa berprestasi di event bergengsi dan membawa pulang hadiah utama Rp 125 juta. Selain Aby, abang sepupunya, Rama pun bertengger di posisi ketujuh dan membawa pulang Rp 4 juta.

Dari catatan yang ada, Aby adalah peserta individual yang meraih hadiah dengan nominal terbesar.

“Saya sebagai orang tua sangat bangga dengan prestasinya. Walau kalau lagi main gim suka saya marahin, suka diingetin, tetapi Aby nurut. Pokoknya jangan terlena aja sama main gim,” kata Neneng.

Sedangkan sang ayah pun mengaku senang dengan kesuksesan anaknya. Dia pun hadir dalam perjalanan prestasi anaknya sejak dari babak regional barat di Bandung, hingga menuju grand final.

“Saya lihat perjuangannya mulai dari Bandung hingga ke babak final. Gak nyangka dia bisa menang. Dan yang lebih tidak nyangka lagi, hadiahnya diniatkan untuk umrah orang tuanya,” ujar Teddy sambil terharu.

Aby akui, selain mengumrahkan kedua orang tuanya, hadiah uang mau dibelikan sepeda motor untuk mobilitas keseharian bersekolah nanti di Sekolah Menengah Kejuruan yang menjadi pilihannya. Selain itu dibelikan handphone canggih untuk mendukung pelatihan dan selebihnya untuk ditabung.

Soal masa depannya, Aby ingin menjadi gamer profesional dan bisa ikut dalam multi event seperti SEA Games serta kejuaraan bergengsi lainnya.

“Niatnya sih ingin jadi gamer profesional dan ikut SEA Games. Tapi tidak akan meninggalkan sekolah, karena itu yang utama,” kata Aby.

Hadirnya Aby sebagai juara turnamen esports bergengsi di Tanah Air, dengan latar belakang keluarga menengah ke bawah ini seakan menegaskan perwujudan misi MPL di Indonesia untuk mendemokratisasi esports bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Ekosistem esports Tanah Air terus terbangun hingga membentuk industri esports yang mampu memberi dampak positif terhadap ekonomi digital.

Aby mengakui, suksesnya tersebut tak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai orang tua, saudara, sekolah dan lingkungannya. Dia berhasil menjadi juara buah hasil kesabaran dan konsistensi bermain game MPL untuk mencari pola permainannya.(bs/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *