Sungai Cileungsi Ngamuk, Ratusan Rumah Terendam

by -

METROPOLITAN – Di balik bencana yang melanda Ibu Kota, ternyata sejumlah wilayah di Bogor turut terendam banjir. Tepatnya terjadi di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri. Bahkan, ketinggian airnya mencapai 50 sentimeter.

“Wilayah Bojongkulur mengalami banjir. Ketinggiannya mencapai 40-50 sentimeter. Rumah yang terdampak ada ratusan ya, itu tersebar di delapan RW. Tapi rumah yang terendam itu yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cileungsi,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani.

Adam menyebut aur mulai menggenangi rumah-rumah di Bojongkulur pada dini hari hingga jelang Subuh. Hal itu dampak luapan Sungai Cileungsi akibat guyuran hujan deras yang terjadi kemarin malam.

Saat ini, lanjut Adam, pihak BPBD bersama TNI dan Polri sudah bersiaga di lokasi banjir untuk membantu warga mengevakuasi barang-barangnya dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kondisi air saat ini sudah mulai surut. Genangan air mulai terjadi sejak tadi Subuh (kemarin, red), tapi sekarang sudah mulai surut. Semua aman terkendali. Kami BPBD bersama TNI dan Polri sudah di lokasi,” kata Adam.

Wilayah Bojongkulur, jelas Adam, memang menjadi salah satu wilayah langganan banjir di musim hujan. Hal itu karena wilayah Bojongkulur berada di tengah-tengah antara aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang mengalir hingga Bekasi, Jawa Barat. Jika salah satu sungai meluap, Desa Bojongkulur akan terdampak.

“Artinya kalau Sungai Cileungsi meluap, maka dipastikan Bojongkulur terdampak (banjir, red). Tapi kalau hanya Sungai Cikeas yang meluap, itu nggak selalu mengakibatkan banjir di Bojongkulur,”jelas Adam.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menetapkan status tanggap darurat setelah banjir meluas hingga ke 20 kecamatan dan berdampak kepada ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, banjir merendam hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi. Intensitas hujan yang begitu tinggi sejak beberapa hari terakhir membuat banyak wilayah tergenang.

“Kondisi banjir di Kabupaten Bekasi sudah begitu masif,” kata Eka saat meninjau kondisi banjir di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.

Dari laporan tersebut, musyawarah pimpinan daerah langsung menggelar rapat koordinasi terkait status kebencanaan dan memutuskan Kabupaten Bekasi ditetapkan menjadi tanggap darurat.

“Dengan ini saya tingkatkan status di Kabupaten Bekasi dari siaga darurat bencana banjir menjadi status tanggap darurat banjir, mulai hari ini hingga tujuh hari ke depan,” terangnya.

Dengan peningkatan status tersebut, Eka menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terjun ke lapangan guna membantu warga terdampak banjir.

“Saya sudah perintahkan jajaran BPBD, Damkar, Dinas Sosial, aparatur kecamatan, kelurahan, sampai desa, segera melakukan langkah-langkah cepat guna mengevakuasi warga yang tempat tinggalnya terendam banjir cukup parah,”pintanya.

Sejumlah langkah juga telah dilakukan mulai dari evakuasi hingga penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Pendirian dapur umum dan penyaluran bantuan berupa makanan dan pakaian sudah dilakukan sejak kemarin. Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama dan banjir segera surut,”katanya.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan yang turut meninjau kondisi banjir mengimbau warga agar waspada terhadap genangan air yang semakin tinggi.

“Saya imbau untuk warga yang terdampak banjir di perumahan Dukuh Bima ini agar mau dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Juga kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan ketinggian air yang akan terus bertambah, sebab hujan masih terus turun,”tutupnya. (dtk/cn/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *