Tabligh Akbar di Desa Kalisuren

by -
SIMAK: Penceramah dan tamu undangan yang hadir dalam tabligh akbar di Dusun V, Desa Kalisuren, Keca-matan Tajurhalang, belum lama ini

METROPOLITAN – Ikatan Persatuan Pemuda Dusun V Desa Kalisuren menggelar acara tabligh akbar. Temanya meningkatkan ukhuwah islamiah dan kesatuan dan persatuan. Agenda tersebut mengundang mubaligh kondang yakni KH Fikri Haikal Zainuddin MZ dan Habib Basim bin Husein Al Habsyi.

Acara yang cukup meriah ini terlaksana atas kerja keras Pemuda Dusun V.

“Semangat kami untuk selalu merapatkan barisan dalam kegiatan positif,” ujar Ketua Pemuda Dusun V, Khaerudin. Ia berharap ke depannya akan lebih baik sehingga mendapat dukungan moril maupun materil dari warga dusun V.

“Ucapan terima kasih yang sebesar besarnya juga tak lupa disampaikannya kepada semua pihak pemuda dusun v yang terlibat dalam acara ini. Berkat kerja keras dan kekompakan semua anggota, acara ini bisa berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Dusun V Supriadi, mengaku kecewa karena acara ini tidak dihariri kepala Desa Kalisuren. Menurut dia, panitia sudah mengirim surat undangan kegiatan.

“Saya juga jadi tanda tanya kenapa sebagai pemimpin kurang mendukung kepemudaan,” katanya.

Ia juga menambahkan, acara ini bukan acara kecil tapi benar-benar besar yang dilakukan pemuda. Acara ini benar-benar murni kerja keras pemuda. Ia juga mengatakan pemuda itu harus dirangkul bukan dipukul dan pemuda itu harus didukung bukan dimusuhi.

“Saya heran saja kepala Desa Kalisuren kurang mendukung dan tidak menghadiri acara tersebut,” katanya.

Terpisah, Aktivis Mahasiswa Bogor, Ikhsan Awaludin, mengatakan, kades itu harus mendukung penuh kegiatan kegiatan pemuda yang positif. Jika ada kades yang tidak mendukung kegiatan kegiatan pemuda, berarti sudah tidak patuh pada Undang-undang Kepemudaan Nomor 40 tahun 2009.

Pemerintah wajib dalam memfasilitasi kegiatan pemuda selagi kegiatan dalam konteks positif dan apa lagi diperkuat peraturan Kemendes pada pasal 10 (Bidang pemberdayaan masyarakat) bahwa pemerintah itu tidak boleh menolak bahkan aparatur desa harus membina dan memberdayakan para pemuda.

“Terkadang saya suka bingung sama kades yang tidak mendukung sama kegiatan pemuda? Justru dengan hadirnya para pemuda yang aktif dan kooperatif maka secara tidak langsung desa akan sangat terbantu. Maju atau tidaknya suatu desa bisa dilihat salah satunya adalah peran aktif pemudanya,” katanya.

Menurut dia, pemuda itu para pewaris candradikuma maka harus diberdayakan dan dibentuk bahkan difasilitasi untuk menuju desa yang madani.

“Kepala desa jangan antipati terhadap pemuda, Karena pemuda punya sejarah emas yang pernah ditorehkan di bangsa kita,” pungkasnya. (khr/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *