Tewas Diseret Arus Cisadane Sejauh 700 Meter

by -
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Zikri yang terseret Sungai Cisadane.

METROPOLITAN – Isak tangis dan suasana duka menyelimuti rumah yang berada di ujung gang Kampung Sawah. Persisnya ada di RT 04/RW 06 No. 22 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Pasangan suami istri

Suminta dan Dede Yulianti tak kuasa menahan air mata, saat jenazah putra sulungnya, Muhammad Zikri (10) digotong tim SAR gabungan ke rumahnya.

Tubuh Zikri sudah terbujur kaku saat ditemukan tim SAR Gabungan. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru saat harus memandikan jenazah anaknya. Selama ini Zikri diketahui berkebutuhan khusus sejak lahir.

Sebelum kejadian, Suminta menceritakan kalau anaknya itu kabur dari rumah.  Saat itu, ia masih mengikuti kegiatan kajian di Empang.

“Jadi kan pintu rumah saya kunci, nah anak ini memang pintar tau dimana lokasi saya naro kunci, dia ambil lah kunci itu dan kabur,” ungkapnya.

Tak ada satu pun yang tahu kalau Zikri berhasil pergi dari rumah. Termasuk ibunya, Dede Kata Suminta, saat kejadian istrinya sedang mengurus anak kedua.

Tak ayal, selang beberapa menit Zikri pergi dari rumah, Dede tersadar dan beregegas mencari putra sulungnya.

“Istri saya ketemu sama tukang parkir di pinggir jalan. Dia bilang katanya sempat ketemu sama Zikri. Pas coba ditahan, tangannya malah digigit,”ucap Suminta menceritakan.

Sampai akhirnya ia mendapati kabar bahwa putranya telah terseret arus Cisadane. Seperti diketahui, selama ini bantaran kali Cisadane memang sering menjadi tempat anak anak di kawasan Batutulis bermain air. Termasuk Zikri yang tiba tiba saja ‘nyelonong’ ke tengah sungai.

Di atas sebuah batu besar dengan ketinggian satu meter, Zikri yang mengenakan

baju berwarna hitam dan celana pendek berwarna kuning tiba tiba langsung mengambil posisi untuk loncat.

“Jangan loncat. Mainnya dipinggir aja,” teriak seorang pria paruh baya dari pinggir sungai.

Tanpa menghiraukan suara teriakan yang menjadi sorotan anak-anak lainnya. Bocah tersebut pun loncat kedalam aliran sungai yang berwarna coklat itu. Pria tersebut pun tercengang dengan kenekatan bocah tersebut. Pasalnya aliran sungai sekitar pukul 10.15 WIB terlihat sedang sangat deras.

Biasanya, anak-anak yang nekat loncat kedalam aliran sungai sudah lihai berenang dan hanya dalam hitungan detik, akan muncul lagi ke permukaan sambil tersenyum kegirangan. Namun tidak dengan bocah berambut pendek yang baru saja terjun kedalam aliran sungai tadi.

Lima menit pun berlalu tanpa adanya tanda-tanda dari bocah tersebut di permukaan air. Warga yang panik pun langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Tagana Kota Bogor dan pihak Kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah mendapatkan laporan dari warga, BPBD Kota Bogor pun langsung menuju ke lokasi kejadian. Pencarian bocah nekat tesebut pun dimulai. Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam, akhirnya tim BPBD Kota Bogor menemukan bocah tersebut.

“Kami menemukan bocah tersebut, sekitar 700 meter dari lokasi dia loncat. Saat kami temukan pun keadaannya sudah meninggal,” ujar Danru BPBD Kota Bogor, Ruli Sinambela kepada Metropolitan.

Jazad bocah yang diketahui bernama Muhammad Zikri (10) ini pun langsung ditutupi dengan kain dan digotong oleh tim SAR gabungan ke rumah duka. (dil/c/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *