Waduh! Banyak Pabrik di Gunungputri tak Berizin

by -
TAK BERIZIN: Banyak pabrik di Kecamatan Gunungputri yang belum memiliki IMB. Ini terungkap saat sidak sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor, belum lama ini.

METROPOLITAN – GUNUNGPUTRI  Kecamatan Gunungputri terkenal dengan kawasan industri yang menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor. Namun sangat disayangkan, para pemilik perusahaan terkadang mempermainkan perizinan. Hal itu disampaikan Camat Gunungputri, Didin Wahidin.

Dari data yang dimiliki kecamatan, terdapat ratusan pabrik yang berdiri kokoh di setiap desa. Namun, dari banyaknya perusahaan tersebut, masih saja ada perusahaan yang belum memiliki izin.

Seperti sidak yang dilakukan anggota Dewan Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, banyak ditemukan perusahaan yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan masih banyak lagi. Perusahaan tersebut diantanya, PT Simone, PT Yupi Indo Jelly Gum, PT Samsung dan PT Darya Varia. Keempat perusahaan ini sedang mengurus perizinan setelah dilakukan penyidakan oleh dewan.

Soal pengawasan, kata Didin, sulit untuk mengetahui mana perusahaan yang sudah berizin atau belum. Menurutnya, pihak kecamatan tidak memiliki data lengkap. Data perushaan tersebut hanya dimiliki dinas terkait dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP dan dinas terkait lainnya. Sedangkan pihak kecamatan hanya memiliki daftar beraoa banyaknya perusahaan saja.

“Kita ngga punya data soal pabrik yang belum memiliki izin atau sudah lengkap. Karena data itu (perusahaan, red) hanya ada di dinas terkait saja. Makanya ketika disinggung dewan terkait izin, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, lanjut Didin, bobroknya perizinan di wilayahnya tak lepas dari peran oknum yang tidak bertanggungjawab dengan iming-iming akan menyelesaikan perizinan kepada pihak perusahaan.

Nyatanya, banyak terjadi perusahaan yang sudah itikad baik mengurus perizinan namun tidak selesai. Lantaran para oknum tersebut hanya memanfaatkan duitnya saja, sedangkan perizinannya tidak diselesaikan.

“Iya memang ada juga oknum yang mencari keuntungan dari pengurusan perizinan, namun sayangnya terkadang uang sudah diberikan kepada oknum tersebut, tetapi izinnya ada yang belum selesai bahkan ada juga yang sampai tidak jadi.” paparnya.

Didin berharap, ke depannya agar Kecamatan diberikan database lengkap terksit perusahaan mana saja sudah lengkap, agar pihak kecamatan tidak lagi kecolongan oleh pengusaha nakal yang tidak bertanggung jawab.

“Agar kita mengetahui data pabrik yang belum memiliki izin, kita berharap supaya pihak pemda juga memberikan seluruh databes perusahaan tersebut.” tukasnya. (zis/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *