Jalan Transyogi Putus, Pedagang Sayur Ngamuk

by -
ERGANGGU: Distribusi sayur-mayur terganggu lantaran Jalan Transyogi putus. Akibatnya, sayur pun busuk dan petani merugi.

METROPOLITAN – Putusnya ruas Jalan Transyogi di Kampung Girijaya, Kecamatan Tanjungsari yang menghubungkan dengan Kabupaten Cianjur membuat puluhan pedagang sayur-mayur mengamuk.

Sebab, sayur mayur yang mereka bawa membusuk akibat tidak bisa melintasi ruas jalan tersebut.

Puluhan pedagang sayur mayur tersebut mendesak pemerintah segera membuat jalan alternatif agar aktivitas ekonomi dapat tetap berjalan.

“Saya mau ngirim sayuran ke wilayah Cileungsi tidak bisa lewat. Sayuran di mobil pada busuk semua jadi saya rugi banyak,” kata salah seorang pedagang sayuran asal Cianjur, Yudi, kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut dia, ruas jalan yang longsor tersebut, bisa dilalui hanya dengan menggunakan sepeda motor, namun jika mengirim barang dengan sepeda motor, ia mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar.

“Jalan cuma bisa dilewati oleh motor, sementara mobil pikap tidak bisa. Tidak mungkin saya ngirim sayuran sebanyak ini pakai motor,” ujarnya.

Yudi berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar ruas jalan tersebut dapat segera dilintasi.

Paling tidak dibuatkan jalan alternatif kalau memang jalan tersebut belum bisa diperbaiki.

“Tolong perhatian dari pemerintah agar jalan ini segera bisa dilewatin lagi. Karena ini sudah lebih dari 10 hari tidak bisa dilintasi mobil,” kata dia.

Akibat terputusnya Jalan Transyogi tersebut, Yudi mengaku tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia terpaksa harus merugi karena barang dagangan yang dibawanya tidak bisa dijual dan membusuk di jalan.

“Buat jajan anak-anak tidak ada, buat kebutuhan dapur juga tidak ada. Kami benar-benar mengalami kerugian akibat longsor ini,” tandasnya. (hin/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *