517 Ribu Pekerja Tinggalkan Kantor

by -

METROPOLITAN – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Ja­karta mencatat setidaknya ada 517.743 tenaga kerja di Ibu Kota yang sudah melakukan sistem kerja dari rumah (work from home) pada hari ini, Senin (23/3). Langkah itu merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penye­baran pandemi virus corona atau Covid-19. Berdasarkan data resmi Disnakertrans DKI Jakarta, jumlah tersebut be­rasal dari pekerja di 1.512 perusahaan. Kondisi itu se­jalan dengan penetapan masa darurat virus corona di DKI Jakarta selama 14 hari sejak akhir pekan lalu.

”Bentuk WFH bisa dengan WFH penuh atau WFH seba­gian (pembatasan jumlah pekerja atau waktu bekerja, red),” ungkap Disnakertrans DKI Jakarta dalam akun Ins­tagram @disnakertrans_dki_jakarta dikutip kemarin.

Dari data yang diunggah Disnakertrans DKI Jakarta, perusahaan yang menerapkan sistem kerja dari rumah meli­puti Badan Usaha Milik Ne­gara (BUMN) dan swasta. Kemudian berasal dari ber­bagai sektor, mulai dari tele­komunikasi, manufaktur, konstruksi hingga per­tambangan. Beberapa peru­sahaan yang sudah menerap­kan kerja dari rumah yaitu PT Telkomsel, PT Indosat Oore­doo, PT Coca Cola Indonesia, Lazada Indonesia, PT Semen Indonesia, PT ANTAM Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, hingga PT Xiaomi Com­munications Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengumumkan status tang­gap darurat virus corona se­lama 14 hari sejak Jumat (20/3) lalu. Masa darurat ini bisa diperpanjang bila diperlukan.

Dengan kebijakan ini, Anies berharap masyarakat bisa mengurangi kegiatan di luar rumah, sehingga penyebaran bisa dicegah. ”Social distancing mutlak dilakukan semua. bila sebagian tak melaksana­kan, potensi akan meningkat,” katanya. (cnn/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *