747 Nama Jadi ASN

by -

Sebanyak 5.367 pendaftar mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Bogor. Kini dari ribuan pendaftar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengumumkan 747 nama hasil seleksi abdi negara Kota Hujan.

KEPALA Bidang Formasi Data dan Penatausahaan Pega­wai, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor, Aries Hendardi, menga­takan, 747 nama yang lolos bakal mengisi tiga formasi yang tersedia.

”Tiga formasi ini terdiri dari tenaga pendidik, kesehatan dan tenaga teknis,” katanya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Aries merinci, 747 nama yang lolos dalam pro­ses Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Di anta­ranya 380 nama di bidang tenaga pendidik, 295 tenaga kesehatan dan 72 nama untuk bidang tenaga teknis. Jika mengacu jadwal seleksi, para peserta yang di­nyatakan lulus akan mengik­uti proses integrasi nilai SKD dengan nilai SKB yang diraih peserta selama menjalani proses seleksi abdi negara.

”Kalau mengacu jadwal se­mula, rencananya April pe­serta yang lolos akan diinte­grasikan nilai SKD dan SKB-nya. Nanti akan kita umumkan hasilnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan integrasi nilai SKD dan SKB, untuk ta­hap akhir akan dilakukan pengumuman akhir pada rentang waktu Mei hingga Juni. ”Setelah itu semua se­lesai. Pada Mei atau Juni baru akan dilakukan pemberkasan bagi peserta yang dinyatakan lulus. Atau, ini adalah tahap akhir bagi peserta,” bebernya.

Sekadar diketahui, dari 5.367 peserta yang mengikuti CPNS Kota Bogor, tenaga kesehatan merupakan yang terbanyak, dengan rincian 2.207 pelamar. Sementara tenaga pendidik 1.748 pelamar dan tenaga teknis 1.412 pelamar.

Sementara itu, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menjamin proses seleksi abdi negara Kota Hujan dipastikan bakal berlangsung secara objektif dan jauh dari kata penyelewengan. Ini lantaran semua proses se­leksi diawasi ketat penyeleng­gara serta didukung sejumlah peralatan digital lainnya.

”Prosesnya dilakukan ketat dan hati-hati. Semua masih tersegel dan rapi. Kita juga menggunakan sejumlah pe­rangkat komputer dan alat lainnya untuk menunjukan jika proses ini dilakukan se­cara transparan. Jadi para peserta juga bisa ikut meman­tau langsung prosesnya. Insya Allah semua objektif dan transparan,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *