Aku hanya Dijadikan Pelayan (Habis)

by -

AKU tidak tahu bagaimana menjalani hidup. Aku menyarankan suami menggajiku setiap kali aku mengantar ke sana-sini. Ini termasuk ketika aku men­cuci, membersihkan rumah, memasak, dan mengurus kebutuhan suami. Aku ber­sedia menjadi pembantu selama ada uang untuk terus hidup bersama. Uang itu akan digunakannya untuk mem­bayar cicilan mobil kebutuhan dan rumah tangga karena suami masih menganggur. Usulan itu di­jawab suami dengan menyodorkan ayat-ayat Alquran yang mendukung tindakannya.

Jadi, setiap kali terjadi perdebatan, ayat demi ayat keluar untuk mementahkan argu­menku hingga membuatnya putus asa untuk berbicara dengan sang suami. Kami terus hidup dalam hubung­an beracuni. Dari sini jelas ba­hwa istri hanyalah alat untuk mempermudah hidup sang suami. Aku berpikir dia tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa dan rela dengan apa yang telah aku lalui. Tidak ada yang mau menikah dengan pria yang tidak bertanggung jawab. Di depan publik, suami sangat dika­gumi karena ilmu agamanya yang tinggi. Tetapi di rumah, istri hanya jadi pelayan saja.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *