Aliansi Bogor Raya Bersatu Lawan Paham Intoleran

by -

METROPOLITAN – Kelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Bogor Raya Ber­satu mengadakan kegiatan bertajuk Orasi Kebangsaan di Joglo Keadilan Parakansalak, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, kemarin. Panitia pelaksana kegiatan, KH Ahmad Suhadi menegaskan, selain orasi kebangsaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan is­tighosah kubro, doa bersama untuk kedamaian bangsa In­donesia serta pentas seni budaya seperti pencak silat dan baron­gsai.

Orasi kebangsaan diisi KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril), Zuhairi Misrawi (Gus Mis) dan Ketua Yayasan Satu Keadilan (YSK), Sugeng Teguh Santoso. “Kegiatan ini kami adakan ka­rena saat ini banyak oknum berpaham intoleran yang men­coba mengusik kerukunan, kedamaian dan kebersamaan di wilayah Bogor. Masyarakat harus diperkuat rasa ukhuwah insaniyah, wathoniyah dan beradab dan berperan aktif menolak aksi intoleran yang merusak persatuan dan kesa­tuan bangsa Indonesia khus­usnya di wilayah Bogor Raya,” katanya. .

Perwakilan Ormas, Ketua PP Kemang, Asep Mulyadi dan Pembina Banser Ciputat Timur Gus Afif juga mendukung setiap langkah penguatan persatuan dan kesatuan guna menjaga keutuhan NKRI. ”Kami juga menolak segala aksi intoleran dan ekstrimisme yang akan merusak kerukunan dan ke­damaian. Tidak ada alasan apapun yang membenarkan tindakan – tindakan intoleran yang memecah belah anak bangsa,” katanya. Sementara Sugengm mengatakan, saat ini Indonesia kekurangan politisi dan birokrasi yang bisa bersikap negarawan. Dia mengkritisi hal tersebut karena menurutnya, sekarang ini banyak muncul peraturan – peraturan yang justeru secara hukum melang­gar konstitusi dasar negara. “Saya katakan, banyak politisi yang melakukan perkawinan haram, dengan para oknum penganut paham intoleran. Sehingga banyak peraturan yang dibuat justeru melanggar konstitusi dasar negara,” kata­nya. Sedangkan, Gus Mis me­nyoroti munculnya sikap atau paham intoleran di tengah masyarakat sebagai sebuah penyakit atau virus yang ber­bahaya. Masyarakat harus bergerak melawan. Pemerintah harus hadir melalui semua perangkat yang dimilikinya. Sementara itu, Gus Nuril men­gungkapkan, saat ini sudah sangat jelas bermunculan faham intoleran yang merusak NKRI. “Kalau kita mau jujur, saat ini paham intoleran sudah sangat berkembang. Masyarakat harus berani melakukan perlawanan. Jangan diam,” pungkasnya. (khr/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *